Penulis: admin

Inilah Tantangan Pendidikan pada tahun 2023

Tantangan Pendidikan – Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran sistematis yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan seseorang. Pendidikan dapat terjadi pada berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak di sekolah dasar hingga pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan seseorang menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengisi peran sosial yang diharapkan. Pendidikan juga bertujuan untuk membantu seseorang mengembangkan potensi dirinya dan mencapai kesuksesan di masa depan.

Beberapa fenomena pendidikan saat ini

Kurikulum yang terlalu berat: Beberapa kurikulum di sekolah kini dianggap terlalu berat, sehingga siswa merasa terbebani dan stres.

Teknologi yang digunakan dalam proses belajar mengajar: Teknologi seperti komputer dan internet kini banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Pendidikan nonformal Selain pendidikan formal di sekolah, pendidikan nonformal seperti kursus, seminar, dan workshop juga semakin digemari masyarakat.

Persaingan yang tinggi: Persaingan dalam dunia pendidikan saat ini semakin ketat, baik dalam hal memasuki sekolah terbaik maupun dalam menghadapi ujian nasional atau ujian masuk perguruan tinggi.

Baca juga: 5 Tren Dunia Pendidikan Tahun 2023, Dari AI hingga Soft Skill

Pendidikan inklusif: Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Fenomena ini semakin populer di beberapa negara.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi pendidikan di masa depan

Teknologi yang terus berkembang: Teknologi akan terus berkembang pesat, sehingga pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut dan memasukkannya ke dalam kurikulum.

Perubahan pola pembelajaran: Dengan pesatnya perkembangan teknologi, pola pembelajaran masyarakat juga akan terus berubah. Pendidikan harus mampu beradaptasi dengan pola pembelajaran baru ini.

Kurikulum yang terbatas: Kurikulum yang terbatas mungkin tidak dapat mencakup semua materi yang dibutuhkan siswa di masa depan. Pendidikan harus mampu memberikan materi yang tepat dan relevan dengan kebutuhan masa depan peserta didik.

Masalah keuangan: Pendidikan di beberapa daerah mungkin mengalami masalah keuangan yang mengakibatkan ketidakmampuan memberikan layanan berkualitas kepada siswa.

Persaingan global: Persaingan global di masa depan akan semakin ketat, sehingga pendidikan harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk mampu bersaing di tingkat internasional.

Ada beberapa hal yang diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan

Kurikulum yang relevan: Kurikulum harus diperbarui secara berkala untuk memenuhi kebutuhan siswa di masa depan. Materi yang diajarkan harus bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masa depan siswa. Pendidikan inklusif: Pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus.

Teknologi tepat guna: Teknologi harus dimanfaatkan secara tepat dalam proses belajar mengajar, agar siswa dapat belajar lebih efektif. Sumber daya manusia yang berkualitas: Guru dan tenaga kependidikan harus terlatih dan mempunyai keterampilan yang memadai untuk mendidik peserta didik di masa depan.

Lingkungan belajar yang nyaman: Lingkungan belajar hendaknya nyaman dan kondusif bagi siswa, sehingga siswa dapat belajar lebih efektif. Kepemimpinan yang efektif: Kepemimpinan yang efektif di sekolah dan lembaga pendidikan merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

5 Tren Dunia Pendidikan Tahun 2023, Dari AI hingga Soft Skill

Tren Dunia Pendidikan – Tahun 2023 sudah berjalan hampir 2 bulan, diperkirakan pada tahun ini akan ada beberapa hal yang menjadi tren dalam dunia pendidikan. Dari kecerdasan buatan hingga soft skill, apa yang akan populer di bulan Desember?

Daftar Tren Pendidikan 2023

1. Kecerdasan Buatan (AI)

Penggunaan AI di dalam kelas disebut-sebut akan menjadi salah satu tren pendidikan di tahun 2023. Penggunaannya memungkinkan guru mengatur waktu dan menyelesaikan tugas, juga memungkinkan sistem pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman personal bagi siswa, mendukung pembelajaran jarak jauh, dan lain sebagainya. .

2. Pembelajaran Jarak Jauh, Daring, Hybrid

Pandemi COVID-19 telah memaksa sekolah, universitas, dan penyedia bimbingan belajar untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh. Bagi orang dewasa, pembelajaran online memungkinkan untuk menghadiri kelas secara teratur.

Apalagi saat ini sudah banyak platform penyedia teknologi pendidikan, seperti Coursera, Udemy, dan lain sebagainya. Platform ini dirancang untuk memungkinkan ‘pembelajaran seumur hidup’.

3. Bukan Sekadar Ceramah

Pada tahun 2023, SMA diharapkan mampu mengarahkan siswanya ke jalur lain di masa depan, selain perguruan tinggi. Kursus kejuruan yang mengajarkan keterampilan akan menjadi populer karena memberikan solusi terhadap masalah kesenjangan keterampilan.

Di sisi lain, tuntutan pasar tenaga kerja baru juga telah bergeser dari lulusan pendidikan tinggi murni menjadi pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan. Di Eropa, tahun 2023 ditetapkan sebagai Tahun Keterampilan Eropa. Pendidikan vokasi yang dipadukan dengan pendidikan akademis disebut-sebut menjadi kunci pengembangan penggerak perekonomian.

Baca juga: Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Karakter

4. VR dan AR

Virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) adalah dua bentuk extended reality (XR) yang semakin penting dalam pendidikan. Pengalaman belajar virtual yang diprediksi akan populer pada tahun 2023 adalah kelas virtual yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh.

AR tidak sama dengan VR karena AR melibatkan gambar yang dihasilkan komputer tentang apa yang sebenarnya dilihat pengguna. Oleh karena itu, pengguna dapat mengetahuinya secara real time.

Salah satu contoh penerapan AR adalah buku teks yang berisi gambar-gambar yang menjadi hidup jika dilihat dengan smartphone. Pada mata pelajaran sejarah atau sains misalnya, penggunaan AR memungkinkan siswa melihat materi lebih dalam.

5. Soft Skill dan STEM

Tahun ini soft skill diperkirakan akan menjadi salah satu tren dalam dunia pendidikan. Sisi soft skill meliputi kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kreativitas, pemecahan masalah interpersonal, resolusi konflik, dan lain-lain.

Dapat dikatakan bahwa soft skill merupakan keterampilan manusia yang kemungkinan besar tidak akan bisa ditiru oleh mesin dalam waktu dekat. Selain itu, dengan semakin banyaknya AI yang melakukan pekerjaan teknis, maka semakin banyak pula soft skill yang diajarkan dalam pembelajaran.

Menurut para pakar sumber daya manusia, keterampilan lunak (soft skill) semakin penting bagi keberhasilan dalam industri, namun keterampilan tersebut lebih sulit diukur dibandingkan keterampilan keras (hard skill).

Selain itu, pendidikan STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) diperkirakan akan meningkat pada tahun 2023. Penilaian di bidang STEM juga diperkirakan akan meningkat.

Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Karakter

Mewujudkan Generasi Emas – Pendidikan karakter menjadi konteks penting di abad 21 untuk mengatasi krisis moral yang melanda Indonesia. Untuk itu pemerintah membuat kebijakan pendidikan pada Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik yang berkarakter. Dengan bantuan para praktisi pendidikan, pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat, peserta didik dapat memperoleh pendidikan karakter yang efektif. Selain itu, untuk menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi, siswa memerlukan guru yang profesional.

Karakter merupakan sebuah kata yang sudah tidak terdengar asing lagi. Karakter merupakan wujud abstrak diri manusia yang berupa tingkah laku dan kebiasaan yang dapat menjadi diri bagi individu. Karakter pertama kali terbentuk dalam keluarga dimana manusia dididik dan diajarkan nilai-nilai untuk pertama kalinya. Selain keluarga, ada beberapa hal yang mempengaruhi karakter seseorang, seperti: agama yang mengatur segala perilaku manusia, lingkungan yang dimulai dari persahabatan dan lingkungan sekitar, dan sekolah yang merupakan lembaga formal dalam membentuk karakter dan jati diri seseorang. Jadi, karakter seseorang akan terbentuk dimanapun dia berada.

Lalu bagaimana dengan pendidikan karakter?

Indonesia menduduki peringkat keempat dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia. Menyikapi hal tersebut, tentunya Indonesia membutuhkan generasi unggul yang mampu memajukan dan mengangkat harkat dan martabat bangsa. Salah satu upaya untuk menghasilkan generasi unggul adalah pendidikan karakter. Selain itu, Indonesia telah menciptakan 5 pilar pemersatu bangsa yang patut dipahami oleh seluruh generasi penerus bangsa melalui pendidikan di sekolah.

Sekolah menjadi salah satu solusi dalam membentuk peserta didik yang berkarakter. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan tips mencerdaskan generasi penerus bangsa, tentunya salah satu caranya adalah melalui sekolah. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan melalui Undang-Undang Republik Indonesia NO 20 Tahun 2003, pasal yang menyatakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa. Empat nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter adalah: nilai agama, Pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Indonesia sebagai negara yang beragama tentu menjunjung tinggi keutamaan agamanya.

Tahun 2045 merupakan sasaran generasi emas, yaitu generasi yang sedang mengenyam pendidikan guna meraih kesuksesan di tahun 2045. Untuk itu diperlukan upaya untuk mempersiapkan generasi tersebut seiring dengan perkembangan yang semakin pesat. waktu. Oleh karena itu, pemerintah merancang kurikulum 2013 sebagai persiapan menuju generasi emas tahun 2045.

Baca juga: Keseimbangan Kehidupan-Kerja: Mitos dan Realitas Pasca-Pandemi

Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan pendidikan sebelumnya. Jika dulu pembelajaran dilakukan dengan siswa yang bersifat pendengar pasif dan duduk santai, sedangkan pembelajaran sekarang mendorong siswa untuk mempunyai kemampuan analitis, kreatif, reflektif dan aktif. Misalnya dalam pembelajaran seni rupa di sekolah, yang dilakukan siswa adalah (1) menganalisis cara membuat garis tanpa roller, memahami sudut pandang, cara memegang pensil, dan sebagainya, (2) siswa menghasilkan ide-ide kreatif dalam menggambar. benda, (3) siswa berpikir kritis dalam menggambar benda berdasarkan bentuk benda sebenarnya, dan (4) siswa aktif dalam menguasai pembelajaran seni rupa.

Keseimbangan Kehidupan-Kerja: Mitos dan Realitas Pasca-Pandemi

Keseimbangan Kehidupan-Kerja – Apakah keseimbangan kehidupan kerja hanyalah mitos? Kita telah hidup dengan berbagai pembatasan akibat pandemi selama 2 tahun. Selain itu, adanya ketidakpastian kapan tatanan normal baru akan berjalan damai seiring dengan hadirnya COVID-19. Di sisi profesional, kita harus berusaha lebih keras untuk memisahkan waktu kerja dan kehidupan pribadi. Bayangkan Anda harus mengadakan Zoom Meeting, sementara di sekitar Anda dipenuhi suara anak-anak, hewan peliharaan, atau mungkin mesin cuci.

Kalau misalnya work life balance memang ada, bagaimana cara mewujudkannya? Bagaimana Anda bisa menetapkan jumlah yang adil untuk pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda? Yang dimaksud dengan work-life balance adalah membagi waktu antara bekerja dan waktu untuk teman, keluarga, dan diri sendiri. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah sebuah tantangan nyata. Ada 3 faktor yang mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja seseorang

1. Perubahan lingkungan kerja

Adaptasi terhadap kemajuan teknologi

Seiring berkembangnya teknologi, cara kerja pun ikut berubah. Hal ini menciptakan stres yang lebih besar bagi pekerja. Beberapa orang mengenalnya sebagai technostress.

Technostress adalah stres yang disebabkan oleh kesulitan pekerja dalam beradaptasi dengan teknologi komputer. Artinya, para pekerja harus mempelajari teknologi baru agar pekerjaan mereka tetap relevan.

Batasan waktu semakin pendek

Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi, tenggat waktu kerja pun semakin singkat. Tidak jarang tekanan tenggat waktu membuat pekerja menghabiskan waktu lebih lama untuk bekerja dalam sehari. Hal ini mengakibatkan aktivitas Anda di luar pekerjaan menjadi terganggu karena cepat lelah.

Baca juga: 4 Keuntungan Melatih Kreativitas di Tempat Kerja

Harapan dalam komunikasi

Jarak antar manusia kini hanya sejauh telapak tangan melalui gadget. Para pebisnis mempunyai harapan bahwa para pekerjanya akan mampu merespons komunikasi terkait pekerjaan kapan saja. Fenomena ini mengaburkan batas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Selain itu, ada sanksi sosial yang diberikan bila tidak cepat tanggap.

2. Perubahan gaya hidup

Banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan kerja tentunya memberikan dampak yang besar terhadap perubahan kehidupan pekerja. Kini bekerja dari mana saja telah menjadi pendekatan gaya kerja populer yang digunakan oleh perusahaan. Gaya kerja fleksibel ini nampaknya menjadi win-win solution bagi perusahaan dan lapangan kerja.

3. Perubahan perilaku

Perbedaan generasi dan zaman menimbulkan perbedaan perilaku. Dulu, pekerja cenderung menghabiskan masa produktifnya hanya di satu perusahaan. Saat ini berganti perusahaan adalah hal yang lumrah. Pekerja cenderung berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam waktu 1-3 tahun. Singkatnya, para pekerja saat ini sedang mempertimbangkan aspek-aspek dinamis dalam kehidupan mereka yang tidak memerlukan komitmen jangka panjang.

4 Keuntungan Melatih Kreativitas di Tempat Kerja

Keuntungan Melatih Kreativitas di Tempat Kerja – Menurut Rise, kreativitas merupakan salah satu roda yang mendorong inovasi. Inovasi dalam bekerja tentunya menjadi nilai yang menentukan keberhasilan suatu usaha.

Jadi, agar bisnis dalam suatu perusahaan dapat terwujud, kreativitas harus ditanamkan pada setiap pekerjanya. Glints akan menguraikan alasan lain mengapa kreativitas sangat penting dalam pekerjaan.

Pengertian Kreativitas dalam Bekerja

Bersumber dari Memang, kreativitas adalah perilaku yang mengubah ide menjadi inovasi dan menerapkannya dalam kehidupan. Biasanya kreativitas dikaitkan dengan karya seni, padahal kreativitas juga merupakan kemampuan memecahkan masalah.

Dengan kreativitas, Anda dapat melihat dunia dengan pandangan baru, menemukan pola-pola tersembunyi, dan menghubungkan berbagai fenomena untuk menciptakan solusi atas suatu masalah. Dengan demikian, kreativitas dalam bekerja berarti kemampuan seseorang dalam memecahkan permasalahan di dunia kerja dengan ide atau inovasi baru.

Hal ini tidak hanya berlaku pada divisi tertentu saja, misalnya desainer grafis, kreativitas dalam bekerja juga harus ditanamkan pada seluruh karyawan. Pasalnya, berbagai tantangan di masa depan tentu memerlukan solusi yang berbeda-beda. Jadi Anda harus memiliki kreativitas untuk mampu menghadapi tantangan tersebut.

Mengapa Kreativitas di Tempat Kerja Itu Penting

Dengan hasil penelitian McKinsey disebutkan bahwa inovasi menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis, apalagi siklus bisnis semakin hari semakin cepat. Kreativitas dalam bekerja bukan sekedar bagaimana seseorang dapat membuat presentasi yang menarik. Namun solusi yang ditawarkan juga membawa sesuatu yang baru.

Baca juga: Tren Pekerjaan Masa Depan di 2023, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Mengutip Allbusiness, dengan memiliki kreativitas, karyawan dapat memahami berbagai peluang yang dimiliki perusahaan, termasuk ketika kegagalan terjadi. Tentu saja perusahaan ingin bisnisnya tetap berjalan meski zaman terus berubah. Oleh karena itu, diperlukan sosok kreatif untuk membantu perusahaan beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Manfaat Kreativitas di Tempat Kerja

1. Mengurangi stres

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dunia kerja terus berubah seiring perkembangan zaman dan tantangannya pun semakin meningkat. Orang kreatif cenderung lebih mudah menenangkan diri dengan hal-hal yang disukainya. Misalnya dengan menggambar, bersiul, atau bahkan bernyanyi.

Dengan begitu, berbagai persoalan tetap bisa terselesaikan dalam situasi yang lebih tenang.

2. Meningkatkan produktivitas

Seseorang cenderung enggan melakukan hal yang sama secara terus menerus. Hal ini dapat menyebabkan produktivitas seseorang menurun seiring berjalannya waktu. Dengan menumbuhkan kreativitas dalam bekerja, seseorang dapat menemukan hal-hal baru dari rutinitas yang membuatnya tetap semangat dan produktif.

3. Meningkatkan kerjasama antar tim

Tujuan menumbuhkan kreativitas adalah untuk memecahkan suatu masalah dengan inovasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antar tim untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Seiring berkembangnya kreativitas setiap orang, maka akan semakin banyak inovasi dan dapat dipilih yang terbaik sebagai solusi bagi tim.

4. Cepat Temukan Peluang Baru

Dalam hal ini merupakan peluang yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dengan kreativitas maka tekanan yang dihadapi seseorang juga akan berkurang. Mengapa? Karena dia melihat sesuatu dari sudut yang berbeda.

Padahal, orang-orang kreatif bisa melihat suatu permasalahan dengan lebih cermat sebelum menghadirkan suatu inovasi atau solusi.

Tren Pekerjaan Masa Depan di 2023, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Tren Pekerjaan Masa Depan – Masa depan dunia kerja semakin berpusat pada karyawan. Tak heran jika banyak tren kerja di tahun 2023 diawali dari kebiasaan karyawan. Salah satu yang menonjol adalah hybrid working atau bekerja dari rumah yang diprakarsai oleh pandemi.

Tren ini didukung banyak instansi karena dinilai memberikan fleksibilitas dan meningkatkan produktivitas pegawai. Tapi apa tren pekerjaan lainnya untuk tahun 2023? Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya? Baca selengkapnya di artikel ini!

1. Hibrida berfungsi

Sejak tahun 2020, hybrid working sebenarnya sudah menjadi tren di kalangan pekerja. Namun di tahun mendatang, hybrid working diperkirakan masih akan menjadi tren pekerjaan di tahun 2023 bagi sebagian masyarakat.

Karyawan diberikan pilihan untuk bekerja jarak jauh, sepenuhnya dari rumah, atau kombinasi kedua pilihan tersebut yang cenderung lebih fleksibel. Opsi kerja hybrid memberikan manfaat bagi pekerja di berbagai bidang, seperti menghemat waktu dan biaya, dapat menyesuaikan jam produktivitas tanpa terikat aturan jam 9 hingga jam 5, atau dapat menyelesaikan pekerjaan sambil berada di rumah.

2. Fokus pada pengalaman karyawan

Meningkatnya tren hybrid working juga sejalan dengan maraknya ruang kerja publik yang fokus pada kenyamanan karyawan. Kenyamanan ini memastikan pengalaman positif karyawan yang diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas bahkan selama bekerja hybrid.

Karyawan memerlukan pengalaman digital dengan kombinasi alat dan perangkat lunak yang tepat untuk menjaga produktivitas dan kolaborasi saat bekerja dari jarak jauh. Hal ini dilakukan agar fokus dan tujuan pencapaian target tetap terjaga meski tidak secara tatap muka.

3. Fleksibilitas peran dan proses kerja

Fleksibilitas adalah salah satu pertimbangan terpenting dalam mengambil atau meninggalkan pekerjaan. Pekerjaan hybrid atau jarak jauh menjadi cara paling populer untuk menawarkan fleksibilitas dalam dunia kerja.

Namun aspek lain seperti kemampuan karyawan dalam menentukan kapan mulai dan selesai bekerja, lama cuti, kesempatan mengambil cuti berbayar juga dapat menjadi aspek fleksibilitas yang perlu diperhatikan.

Para pemimpin bisnis dapat mulai mengevaluasi kembali tugas dan proses organisasi untuk melihat apakah aspek-aspek ini dijalankan secara efektif.

4. Metaverse

Kehadiran Metaverse dirancang untuk mengubah cara bekerja dengan menciptakan ruang yang mempertemukan pekerja di lokasi, baik jarak maupun waktu terkendala.

Realitas virtual, teknologi hologram, dan augmented reality dapat menyatukan pekerja hybrid dan merevolusi sistem pendampingan dan pelatihan.

5. Rekrutmen berdasarkan keahlian, bukan jabatan

Para pebisnis dan pengusaha menyadari bahwa peran tradisional sebelum pandemi tidak cocok untuk tempat kerja di masa depan.

Sebagai tren ketenagakerjaan baru pada tahun 2023, mereka cenderung merekrut dan melatih keterampilan pekerja yang memungkinkan perluasan bisnis dan pengembangan karier. Pada akhirnya, bakat seseorang terhadap pekerjaan tertentu lebih penting daripada gelar yang dimilikinya.

Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 dengan Teknik Elektro

Menjawab Tantangan Revolusi Industri – Era digital 4.0 atau biasa dikenal dengan Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk teknologi dan ketenagalistrikan. Di era digital 4.0, teknologi dan ketenagalistrikan berkembang sangat pesat dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan akses informasi dan mobilitas yang lebih baik. Pada awal revolusi industri, populasi manusia saat ini mencapai 7,8 miliar jiwa di bumi, karena jumlah penduduk dunia semakin meningkat maka dunia memerlukan revolusi industri lagi.

Salah satu teknologi yang berkembang di era digital 4.0 adalah Internet of Things (IoT). IoT adalah teknologi yang memungkinkan perangkat berbeda untuk terhubung satu sama lain dan berkomunikasi secara nirkabel. Hal ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data lebih cepat dan efisien, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik.

Namun dengan berkembangnya teknologi dan ketenagalistrikan yang kita miliki saat ini, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keamanan dan privasi data setiap pengguna IoT. Dengan mengumpulkan seluruh data yang tersimpan, kita harus memastikan bahwa data yang disimpan tidak disalahgunakan dan membahayakan privasi setiap pengguna.

Baca juga: 5 Kampus Program Desain Produk Terbaik di Indonesia adalah ITB dan ITS

Di era industri 4.0 saat ini, teknologi dan ketenagalistrikan semakin dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang lebih baik. Beberapa teknologi modern yang terdapat pada Industri 4.0 berkaitan dengan teknik elektro:

Komunikasi dan telekomunikasi

Teknik elektro memegang peranan penting dalam perkembangan teknologi komunikasi dan telekomunikasi, seperti telepon seluler, komputer, dan internet. Dalam evolusi teknologi ini, teknik elektro menciptakan perangkat dan jaringan yang mampu mengirim dan menerima informasi dengan cepat dan efisien. berbeda dengan dulu dimana pengiriman dan penerimaan informasi masih menggunakan bentuk fisik seperti berkomunikasi menggunakan surat menyurat dan menerima berita terkini masih menggunakan surat kabar

Kendaraan listrik

Kendaraan listrik saat ini berkembang pesat, banyak brand otomotif yang saat ini berlomba-lomba memproduksi kendaraan yang menggunakan listrik ramah lingkungan. Meski kendaraan masa kini masih menggunakan bahan bakar bensin dan solar untuk membantu kerja mesinnya, namun brand ternama asal Jepang dan Korea sudah mulai bergerak untuk memproduksi kendaraan bertenaga listrik yang lebih ramah lingkungan.

Energi terbarukan

Krisis yang terjadi di Indonesia saat ini menyebabkan banyak impor minyak mentah dan bahan bakar. Dengan tingginya harga minyak mentah yang berdampak langsung terhadap perekonomian dunia, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, teknik elektro mengambil peran pada energi terbarukan atau energi alternatif seperti angin dan surya. Hal ini dapat membantu mengurangi peran bahan bakar minyak terhadap konsumsi energi di Indonesia.

5 Kampus Program Desain Produk Terbaik di Indonesia adalah ITB dan ITS

Jurusan Desain Produk Terbaik di Indonesia – Jika Anda memiliki cita-cita menjadi seorang wirausaha yang menciptakan produk sendiri, maka jurusan Desain Produk adalah pilihan yang cocok untuk dipelajari. Apalagi saat ini dunia desain dan industri kreatif semakin berkembang. Selain bisa membuka lapangan kerja sendiri dengan menjadi wirausaha, lulusan Desain Produk juga akan banyak diminati oleh berbagai perusahaan. Nilai kreativitas dan ide dari lulusan Departemen Desain Produk sangat dibutuhkan untuk menghasilkan desain yang lebih menarik. Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari Desain Produk, berikut kampus terbaik yang bisa Anda pilih.

Dilansir dari akun Instagram Institut Teknologi Telkom Purwokerto, dalam memilih Jurusan Desain Produk mahasiswa akan mempelajari desain produk dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, selama perkuliahan Anda akan didorong untuk mencari ide produk yang orisinal dan inovatif. Mahasiswa Desain Produk juga akan belajar tentang perencanaan dan desain produk secara mendalam. Prospek kerja Departemen Desain Produk bisa sebagai Konsultan Desain, Manajer Produk, Desainer Produk dan Wirausahawan. Berikut Jurusan Desain Produk yang telah terakreditasi A atau Unggul oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB merupakan salah satu kampus yang memiliki Program Studi Desain Produk terbaik dengan akreditasi Unggul. Banyak lulusan Desain Produk ITB yang menghasilkan berbagai macam karya terbaik.

Baca juga: 5 Daftar Sekolah Hukum Terbaik di Indonesia, Adakah Kampus yang Kamu Cari?

2. Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

IKJ juga merupakan salah satu kampus terbaik yang memiliki Jurusan Desain Produk dengan akreditasi A. Jadi calon mahasiswa yang ingin kuliah Desain Produk di IKJ, tidak perlu lagi meragukan kualitasnya.

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Jawa Timur, ITS juga memiliki Departemen Desain Produk. Selain memiliki akreditasi A, Desain Produk ITS juga mempunyai alumni yang sangat kompeten.

4. Universitas Surabaya (Ubaya)

Kampus terbaik yang memiliki Jurusan Desain Produk adalah Ubaya. Program studi desain di kampus ini telah mendapat akreditasi A. Jika Anda ingin belajar desain, kampus Ubaya adalah pilihan yang tepat untuk melanjutkan pendidikan.

5. Universitas Telkom

Perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Barat ini juga memiliki Program Studi Desain Produk. Departemen Desain Produk Telkom University mendapat nilai A.

6. Universitas Unggul Esa

Kampus yang berlokasi di Jakarta ini juga memiliki Jurusan Desain Produk dan terakreditasi A.

5 Daftar Sekolah Hukum Terbaik di Indonesia, Adakah Kampus yang Kamu Cari?

Universitas Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia – Sejak dahulu kala, Ilmu Hukum dikenal sebagai bidang studi favorit di keluarga sosial dan humaniora (soshum). Coba lihat, berapa banyak perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta yang menyelenggarakan program studi di bidang hukum? Pastinya ratusan, Quipperian. Nah dari sekian banyak kampus yang membuka jurusan ini, penasaran nggak, universitas mana yang punya Jurusan Hukum terbaik di Indonesia? Ayo lihat!

Daftar Universitas dengan Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia

Berikut pemeringkatan kampus yang diambil berdasarkan daftar Times Higher Education World University Rankings 2023 (THE WUR 2023), khususnya pada mata pelajaran hukum. Pemeringkatan ini mencakup 1.799 universitas di 104 negara. Beberapa indikator kinerja yang menjadi dasar penilaian THE WUR 2023 adalah pengajaran (lingkungan belajar), penelitian (jumlah dan reputasi penelitian), transfer pengetahuan (kontribusi pengetahuan dalam bentuk inovasi atau penemuan), dan pandangan internasional ( pandangan staf, mahasiswa dan penelitian dalam lingkup internasional) ).

Terdapat 11 perguruan tinggi di Indonesia dengan Jurusan Hukum terbaik versi THE WUR 2023. Satu kampus berada pada peringkat 1001-1200, empat kampus pada peringkat 1201-1500, dan enam kampus lainnya pada peringkat 1501-1799.

1. Universitas Indonesia

Departemen Hukum Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat 1001-1200 terbaik dunia. UI menyediakan Program Studi Ilmu Hukum untuk jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3), yang semuanya telah terakreditasi A dan Unggul oleh BAN-PT. FYI, Departemen Hukum UI tidak pernah kekurangan peminat. Pendaftar lulusan Fakultas Hukum Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) tahun 2021 berjumlah 7.070 orang dengan hanya sekitar 2% peserta yang diterima.

Baca juga: JELAJAHI MANFAAT BELAJAR MELALUI VIRTUAL REALITY

2. Universitas Airlangga

Jadi, Jurusan Hukum Universitas Airlangga menduduki peringkat 1201-1500 terbaik dunia. Tahukah Anda kalau Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) merupakan salah satu fakultas tertua di Indonesia? Didirikan pada tahun 1951, Fakultas Hukum Universitas Airlangga dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengawal perkembangan fakultas hukum lainnya di Indonesia bagian timur. Selain Sarjana Hukum, Fakultas Hukum Unair juga membuka program studi Magister Hukum, Magister Kenotariatan, dan Doktor Hukum.

3. Universitas Binus

Salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) favorit ini ternyata punya jurusan hukum yang unggul lho! Sama seperti Unair, Departemen Hukum Binus University menduduki peringkat 1201-1500 terbaik dunia. Binus membuka Program Studi Ilmu Hukum untuk jenjang sarjana (S1) yang telah terakreditasi Unggul oleh BAN-PT. Ilmu hukum yang dipelajari di kampus ini dikhususkan pada hukum bisnis, sehingga kegiatan pembelajaran fokus pada teori hukum dan praktek dalam kegiatan bisnis.

4. Universitas Gadjah Mada

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan fakultas hukum pertama yang didirikan oleh universitas nasional di Indonesia pada tahun 1946. Telah berdiri hampir 80 tahun, Departemen Hukum yang merupakan salah satu kampus terkemuka di Yogyakarta telah berhasil menjadi Fakultas Hukum. peringkat 1201-1500 terbaik di dunia. UGM telah membuka Program Studi Hukum untuk jenjang D3, S1, Magister dan Doktor. Pada jenjang Magister juga terdapat Program Studi Hukum Litigasi dan Hukum Kesehatan. Lengkap ya!

5. Universitas Sebelas Maret

Sama halnya dengan ketiga kampus sebelumnya, Departemen Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menduduki peringkat 1200-1500 terbaik dunia. Program Studi Sarjana Hukum UNS memiliki beberapa pilihan konsentrasi, seperti Hukum Perdata, Hukum dan Masyarakat, Hukum Acara, Hukum Administrasi, Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, dan Hukum Internasional. Selain S1, UNS juga membuka Jurusan Hukum untuk jenjang Magister dan Doktor.

JELAJAHI MANFAAT BELAJAR MELALUI VIRTUAL REALITY

MANFAAT BELAJAR MELALUI VIRTUAL REALITY – Dalam lanskap pendidikan modern yang berubah dengan cepat, alat dan metodologi inovatif terus dieksplorasi untuk meningkatkan pengalaman belajar. Salah satu alat baru yang memiliki potensi besar adalah Virtual Reality (VR). Teknologi-teknologi ini, bila digunakan secara efektif, dapat merevolusi pendidikan, menjadikannya lebih interaktif, imersif, dan menarik dibandingkan sebelumnya.

Memahami Realitas Virtual dalam Pendidikan

Apa itu Realitas Virtual?

Virtual Reality yang sering disingkat VR adalah suatu lingkungan buatan yang diciptakan dengan bantuan teknologi komputer, yang dapat mensimulasikan dunia nyata atau menciptakan dunia yang benar-benar baru. Hal ini biasanya disampaikan kepada pengguna melalui headset yang melacak pergerakan kepala pengguna dalam tiga dimensi, memberikan pengalaman yang imersif dan interaktif.

Evolusi Realitas Virtual dalam Pendidikan

Di bidang pendidikan, teknologi VR telah berkembang dan meningkat selama bertahun-tahun. Awalnya, ini terutama digunakan di universitas dan lembaga penelitian untuk simulasi dan pelatihan. Namun, dengan kemajuan teknologi dan penurunan biaya, VR telah diterapkan di ruang kelas di semua tingkat pendidikan.

Saat ini, VR dalam pendidikan bukan hanya tentang pengalaman yang mendalam; itu juga mencakup unsur interaktivitas, kolaborasi, dan kreativitas, sehingga menawarkan pengalaman belajar yang menyeluruh.

Salah satu keunggulan utama VR dalam pendidikan adalah kemampuannya untuk melibatkan siswa dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh metode pengajaran tradisional. Dengan menyediakan lingkungan virtual yang meniru skenario dunia nyata, siswa dapat berpartisipasi aktif dan berinteraksi dengan konten, menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan dan berkesan. Misalnya, di kelas sejarah, siswa dapat mengunjungi peradaban kuno dan menyaksikan peristiwa sejarah secara virtual, sehingga memungkinkan mereka memperoleh pemahaman dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran.

Baca juga: Realitas Virtual Dalam Pendidikan: Bagaimana VR Digunakan Dalam Pembelajaran Immersive

Selain itu, teknologi VR memungkinkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Dengan penggunaan perangkat lunak adaptif, konten pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan gaya belajar setiap siswa. Pendekatan yang dipersonalisasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga membantu mengatasi berbagai kemampuan dan preferensi belajar siswa.

Selain pengalaman yang imersif, VR dalam pendidikan juga mendorong kolaborasi antar siswa. Dengan membuat ruang kelas virtual, siswa dapat berinteraksi dengan teman dan guru secara real-time, di mana pun lokasi fisik mereka. Hal ini membuka peluang untuk kolaborasi global dan pertukaran budaya, menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperluas perspektif siswa.

Selain itu, teknologi VR menawarkan kemungkinan tak terbatas untuk kreativitas dan inovasi dalam pendidikan. Siswa dapat menciptakan dunia virtualnya sendiri, merancang eksperimen, dan mengeksplorasi konsep-konsep yang mungkin tidak mungkin dilakukan di dunia fisik. Hal ini mendorong pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan eksperimen, keterampilan yang penting bagi keberhasilan angkatan kerja abad ke-21.

Seiring kemajuan teknologi VR, potensinya dalam pendidikan baru mulai terwujud. Dengan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, kita dapat melihat penerapan VR yang lebih menarik di kelas, merevolusi cara kita mengajar dan belajar.

Realitas Virtual Dalam Pendidikan: Bagaimana VR Digunakan Dalam Pembelajaran Immersive

Realitas Virtual Dalam Pendidikan – Di dunia di mana teknologi menjadi fitur dominan dalam kehidupan kita sehari-hari, realitas virtual menjadi semakin menonjol di berbagai industri. Apa yang tadinya merupakan kemewahan langka kini menjadi platform yang mudah diakses dan memberikan pengalaman mendalam bagi orang-orang dari segala usia.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi apa yang membuat pendidikan VR begitu efektif, mengeksplorasi cara-cara yang dapat meningkatkan kesejahteraan siswa, dan mendiskusikan augmented reality dalam lingkungan pembelajaran. Kami juga akan memberikan beberapa contoh bagaimana VR dapat digunakan dalam aspek pembelajaran dan pelatihan lainnya serta membahas sedikit tentang headset yang sesuai

Apa itu VR?

Sebelum kita mendalaminya, mari kita bahas apa arti sebenarnya. Realitas virtual, atau disingkat VR, adalah simulasi yang dihasilkan komputer yang mengubah persepsi pengguna tentang realitas dan memungkinkan mereka berinteraksi dengan lingkungan tiga dimensi. Meskipun lingkungan Anda tidak terlihat secara fisik saat Anda memakai headset VR, pengalamannya sangat mendalam sehingga lingkungan Anda terasa seolah-olah nyata.

Baca juga: Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran

Realitas palsu ini bisa sepenuhnya abstrak dan terdiri dari fitur dan lingkungan yang tidak realistis, atau bisa digunakan untuk meniru pengalaman dunia nyata seperti berkendara di sekitar Kota Vatikan atau menavigasi jalan pulang menggunakan Google Earth. Tidak mengherankan jika sesuatu yang begitu hebat bisa menjadi alat pengajaran yang sangat berguna.

Ketika kita memikirkan VR, mudah untuk membayangkan sesuatu yang futuristik dan maju di luar pemahaman kita. Namun, sekarang tersedia di seluruh dunia, dan orang-orang menggunakannya untuk bersenang-senang dan bersantai setiap hari.

Bagaimana cara kerja realitas virtual?

Kita tahu bahwa VR adalah alat yang ampuh, tapi bagaimana cara kerjanya? Headset realitas virtual biasanya berbentuk sepasang kacamata tebal yang terhubung ke komputer melalui seperangkat pengontrol yang memungkinkan pengguna melakukan tindakan.

Namun, ada juga headset canggih yang memiliki fitur pelacakan mata tanpa memerlukan pengontrol, dan bahkan headset yang merupakan konsol mandiri tanpa memerlukan koneksi komputer. Ada juga headset yang lebih terjangkau berupa kacamata karton yang bisa Anda sambungkan ke ponsel Anda.

Pergerakan

Keajaiban VR bermuara pada kemampuan headset untuk melacak gerakan kepala dan mata pengguna serta mengubah perspektif bersama Anda. Headset ini juga dapat melacak pergerakan tubuh Anda, memungkinkan Anda berjalan dalam lingkungan simulasi.

Fungsi pelacakan 3D ini bukan untuk semua orang, karena mabuk perjalanan adalah efek samping yang umum dari penggunaan peralatan berteknologi tinggi ini. Untungnya, pengontrol juga dapat berfungsi sebagai alat untuk bergerak di lingkungan tersebut.

Penglihatan

Sekarang, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana tepatnya kacamata sederhana ini dapat mengubah lingkungan Anda sepenuhnya. Hal ini dilakukan dengan membuat tampilan tiga dimensi. Ini bekerja dengan baik karena stereopsis, yaitu kemampuan memvisualisasikan bentuk tiga dimensi dari informasi visual dari kedua mata. Mata kanan dan kiri Anda melihat sesuatu dengan sedikit berbeda, dan kedua pandangan tersebut digabungkan untuk menciptakan efek serupa pada cara kita memandang sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.

Dua gambar terpisah ditampilkan di kedua sisi kacamata, satu untuk setiap mata, dan ini ditampilkan pada jarak sempurna dari mata Anda untuk menciptakan kesan mendalam. Kita membaca foto dan layar ponsel sebagai gambar datar, sehingga tidak akan pernah memiliki efek yang sama seperti simulasi tiga dimensi.

Suara

Komponen penting lainnya untuk menciptakan pengalaman yang benar-benar imersif adalah suara di sekitar Anda, jadi headset VR tidak lengkap tanpa tambahan headphone – yang sering kali disertakan. Jika Anda tertarik mengetahui cara membuat konten untuk VR, lihat kursus singkat kami yang akan mempersiapkan Anda untuk menciptakan pengalaman VR Anda sendiri.

Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran

Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran – Pendidikan telah menjadi bidang yang terus berkembang, dan teknologi semakin merambah ke dalamnya. Salah satu terobosan yang mengubah wajah pendidikan adalah penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan memasuki dunia pendidikan, memperkaya pengalaman belajar, dan memberikan peluang baru bagi siswa dan pendidik.

Pengertian Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan

Kecerdasan buatan adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru kecerdasan manusia dalam menyelesaikan tugas tertentu. Di bidang pendidikan, AI diterapkan untuk menganalisis data, mengambil keputusan, dan memberikan solusi yang relevan dalam konteks pembelajaran.

Personalisasi Pembelajaran yang Lebih Baik

Salah satu keuntungan utama penerapan AI adalah personalisasi pembelajaran yang lebih baik. AI dapat menganalisis data mengenai kemajuan belajar siswa, preferensi, dan gaya belajar. Dengan informasi tersebut, AI dapat merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Baca juga: Belajar Seni dan Desain di Inggris: dukungan karir apa yang disediakan universitas-universitas di Inggris?

Pengembangan Materi Pembelajaran yang Lebih Interaktif

AI memungkinkan terciptanya materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dengan menggunakan teknologi seperti augmented reality (AR) atau virtual reality (VR), siswa dapat merasakan pembelajaran yang imersif dan nyata, seperti eksplorasi sejarah melalui simulasi VR atau interaksi dengan model tiga dimensi dalam sains.

Pemantauan Kemajuan dan Umpan Balik secara Real-time

AI memungkinkan pendidik memantau kemajuan pembelajaran siswa secara real-time. Dengan alat analisis data AI, guru dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih, memberikan masukan lebih cepat, dan menyesuaikan strategi pengajaran sesuai kebutuhan.

Tantangan dan Pertimbangan Etis

Penerapan AI dalam pendidikan juga menimbulkan pertanyaan etika. Perlindungan privasi data siswa, transparansi algoritma, dan keamanan digital menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Penting untuk mengembangkan pedoman yang jelas dan standar etika dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi antara Manusia dan Mesin

Penerapan AI dalam proses pembelajaran bukanlah pengganti peran pendidik, melainkan kolaborasi cerdas antara manusia dan mesin. Guru tetap mempunyai peranan penting dalam memberikan bimbingan, memotivasi, dan membimbing siswa dalam belajar.

Belajar Seni dan Desain di Inggris: dukungan karir apa yang disediakan universitas-universitas di Inggris?

Belajar Seni dan Desain di Inggris – Inggris adalah tempat yang tepat jika Anda ingin belajar seni dan desain. Hal ini karena program studi berfokus untuk menyediakan alat yang dibutuhkan mahasiswa untuk sukses dalam kariernya. Anda akan merasakan pembelajaran berkualitas di bidang studi pilihan Anda, yang diajarkan oleh akademisi kelas dunia di negara yang terkenal dengan seni, teater, musik, komedi, dan banyak lagi. Anda dapat mengambil program gelar di semua bidang studi mulai dari seni rupa dan mode, hingga animasi dan desain grafis.

Inggris adalah rumah bagi beberapa institusi desain terbesar di dunia, dan banyak universitas telah lama menjalin hubungan dengan perusahaan terkemuka dan pusat kreatif terbesar. Hal ini membuka peluang kelas dunia dan dukungan karir bagi siswa yang memilih Inggris sebagai negara studi mereka. Di mana pun Anda memilih untuk belajar seni dan desain, Anda akan segera menuju karier yang sukses dan menarik, terinspirasi di setiap kesempatan mulai dari galeri, teater, festival, acara musik, dan kota budaya terkenal di dunia seperti London, Edinburgh, Glasgow dan Manchester untuk dijelajahi.

Membangun jaringan yang kuat dengan pusat kreatif lainnya selama belajar di universitas

Jika Anda belajar seni dan desain di universitas seni dan desain bergengsi di Inggris, Anda memiliki kesempatan untuk mengembangkan, memperluas jaringan profesional Anda, dan bergaul dengan orang-orang kreatif lainnya di industri pilihan Anda.

Jurusan seni visual telah dipraktikkan dan diajarkan di Universitas Falmouth selama lebih dari satu abad, dan reputasi yang kuat atas keunggulan kreatif telah menjadikan Falmouth berada di garis depan sekolah seni di Inggris. Bekerja di ruang inspiratif di studio seni rupa Falmouth, belajar dari praktisi berpengalaman dan berkolaborasi dengan mitra industri, mahasiswa didukung untuk meletakkan dasar bagi karir seni yang langgeng, dan dapat memanfaatkan peluang yang ada melalui jaringan mereka.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pertanian Berkelanjutan dan Tantangan yang Harus Dihadapi

Falmouth University akan memberi Anda peluang untuk mengakses wawasan dan pengalaman industri melalui penempatan kerja dan kemitraan dengan organisasi terkemuka, termasuk Galeri Nasional, Tate St Ives, Penguin Books, Harper Collins dan banyak lainnya. Program pembicara tamu eksklusif Falmouth School of Art memberikan semua siswa kesempatan berharga untuk mendengar langsung dari seniman dan praktisi terkenal dan ternama dari berbagai latar belakang. Pembicara sebelumnya termasuk pencipta terkenal Cornelia Parker, David Shrigley, Gavin Turk, Ben Rivers, Deanna Petherbridge, dan Michael Salu.

Dapatkan pengalaman melalui peluang penempatan kerja profesional di bidang seni dan desain

Banyak universitas di Inggris menawarkan penempatan kerja profesional di sektor seni dan desain, memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dan mengembangkan keterampilan yang dipelajari selama studi mereka.

Misalnya, di De Montfort University, penempatan kerja merupakan bagian program DMU Works yang populer dan paling sukses. Anda akan diberikan kesempatan untuk mengambil penempatan kerja jangka panjang atau jangka pendek untuk membantu Anda memperoleh keterampilan profesional di dunia kerja.

Penempatan kerja berkisar dari kunjungan wawasan bisnis, hingga penempatan kerja tahun sandwich untuk pemberi kerja sebagai desainer. Siswa juga dapat mengajukan permohonan untuk tahun penempatan perusahaan, dan mengembangkan ide bisnis mereka sendiri selama dua belas bulan, sambil mendapatkan kredit studi untuk gelar mereka.

Mengenal Apa Itu Pertanian Berkelanjutan dan Tantangan yang Harus Dihadapi

Apa Itu Pertanian Berkelanjutan – Pertanian merupakan sektor terbesar di dunia. Sekitar 50% lahan pertanian dan padang rumput dapat menyediakan habitat dan makanan bagi banyak spesies. Ya, manusia hidup di bumi ini berdampingan dengan makhluk hidup lainnya. Kita harus bisa saling melengkapi. Hal ini bisa dilakukan jika kita melakukan pertanian berkelanjutan.

Sayangnya, sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca dan erosi tanah. Melansir dari Psp Agriculture, kebutuhan lahan di Indonesia untuk pangan pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 13,17 juta hektar. Namun dari 70 juta hektar lahan, hanya 45 juta hektar yang efektif untuk produksi pertanian.

Baca juga: Profesi yang Menjanjikan! Peran Ahli Teknologi Laboratorium Medis dalam Pelayanan Kesehatan

Jika lahan pertanian semakin sempit sedangkan kebutuhan pangan manusia semakin besar, apa yang akan terjadi? Apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan? Kebutuhan pangan dapat terpenuhi tanpa merusak lingkungan sekitar jika kita menerapkan pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, yuk kita kenali bersama sektor pertanian berkelanjutan!

Tujuan Pertanian Berkelanjutan

Dari pembahasan awal mungkin Anda sudah mengetahui apa tujuan utama pertanian berkelanjutan? Ya, untuk memenuhi ketahanan pangan. Tidak hanya itu, pertanian berkelanjutan mempunyai tujuan lain, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pertanian berkelanjutan mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

Memenuhi ketahanan pangan dan serat
Menjamin kesuburan tanah dan meningkatkan keanekaragaman hayati;
Memperbaiki kondisi ekologi dan mencegah polusi;
Mengurangi penggunaan sumber daya tak terbarukan (misalnya bahan bakar fosil);
Mendukung pembangunan ekonomi pedesaan;
Meningkatkan kualitas kesehatan, hak dan kehidupan petani secara umum;
Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan hidup.

Dilihat dari tujuannya, betapa pentingnya pertanian berkelanjutan. Dengan pertanian berkelanjutan, kita dapat memenuhi kebutuhan pangan saat ini dan masa depan. Tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga kualitas makanan yang sehat dan bergizi. Dan yang terpenting, kita bisa memenuhinya dengan kerusakan alam yang minimal karena kita memanfaatkan lahan secara rasional dan juga melindungi makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Apa itu Pertanian Berkelanjutan?

Pertanian berkelanjutan lahir dari rasa kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat, tidak hanya mereka yang bergerak di sektor pertanian. Bayangkan bagaimana perasaan generasi mendatang jika sulit mendapatkan lahan pertanian atau tidak ada air bersih? Bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya?

Jadi apa sebenarnya pertanian berkelanjutan itu? Ada beberapa definisi pertanian berkelanjutan atau pembangunan pertanian berkelanjutan yang dikutip dari berbagai sumber, antara lain:

Pembangunan pertanian berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan atau menghancurkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. (Komisi Bruntland, WCED, 1987)
Pembangunan dalam hal ini pertanian dan agribisnis dapat dikatakan berkelanjutan apabila kegiatan tersebut dilakukan secara ekonomi, ekologi, dan sosial. (Srageidin, 1996)
Pertanian berkelanjutan adalah kegiatan pertanian yang memaksimalkan manfaat sosial dan mengelola sumber daya hayati dengan syarat tetap menjaga produktivitas dan efisiensi produksi komoditas pertanian, menjaga kualitas lingkungan dan produktivitas sumber daya dari waktu ke waktu. (Nasution, 1995)
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pertanian berkelanjutan adalah suatu cara bertani yang berupaya melindungi dan merawat sumber daya alam tanpa mengorbankan generasi mendatang serta dapat memberikan hasil atau dampak ekonomi, sosial, dan ekologi dalam jangka panjang.

Profesi yang Menjanjikan! Peran Ahli Teknologi Laboratorium Medis dalam Pelayanan Kesehatan

Ahli Teknologi Laboratorium Medis – Kebanyakan masyarakat tentu sudah familiar dengan profesi dokter, perawat, dan bidan. Hal ini sangat beralasan mengingat ketiga profesi tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat umum. Padahal, ada satu profesi lain yang juga berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat, yakni teknolog laboratorium medik.

Pakar teknologi laboratorium medis atau yang sering disebut analis kesehatan berperan membantu dokter untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat. Untuk dapat bekerja sebagai teknolog laboratorium medik diperlukan kualifikasi Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Jurusan TLM merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang mempersiapkan lulusannya untuk memeriksa, menentukan, mengukur, dan menguji zat (cairan dan jaringan tubuh) dengan tujuan untuk menentukan jenis dan penyebab penyakit. Selain itu juga dapat membantu untuk melihat kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat melalui fasilitas laboratorium kesehatan. Salah satu inovasi di bidang TLM yang populer sejak pandemi adalah tes PCR.

Prospek Kerja Departemen Teknologi Laboratorium Medis

Meski jarang terdengar, prospek kerja para ahli teknologi laboratorium medis juga tak kalah menjanjikan. Lulusan TLM dapat bekerja di Laboratorium Klinis, Rumah Sakit dan Laboratorium Forensik sebagai tenaga medis laboratorium. Lulusan TLM juga dapat menjadi koordinator laboratorium, Quality Control di perusahaan makanan dan minuman atau di BPOM, phlebotomist atau tenaga medis yang memiliki izin pengambilan sampel darah (sampling), serta operator PCR untuk pemeriksaan COVID-19.

Baca juga: Humaniora: Arti, Jurusan, Keterampilan, dan Prospek Karir

Selain bekerja di rumah sakit dan laboratorium, lulusan TLM juga dapat berkarir sebagai asisten peneliti, pendidik kesehatan masyarakat, serta peneliti produksi dan pengembangan vaksin. Mereka juga dapat terlibat dalam penjualan produk kesehatan seperti Sales Marketing dan Aplikasi Produk untuk alat pemeriksaan kesehatan. Bahkan mereka juga bisa berwirausaha dengan membuka laboratorium sendiri.

Salah satu universitas terbaik di Indonesia yang menawarkan program studi TLM adalah Universitas Pelita Harapan (UPH).

Apa kelebihan Program Studi D4 Teknik Laboratorium Medis UPH?

Program Studi Sarjana Terapan (D4) TLM UPH memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa yang fokus pada tes untuk menganalisis perubahan struktur DNA atau disebut Diagnostik Molekuler. TLM UPH dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan total 144 SKS.

Pada Program Studi D4 TLM UPH, mahasiswa akan dilatih menjadi analis kesehatan yang mampu bekerja di fasilitas kesehatan yang mampu melakukan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia dan non manusia. Mahasiswa UPH dipastikan mempunyai kompetensi dalam menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat.

Sebagai nilai tambah, Prodi D4 TLM UPH juga telah menjalin kerjasama dengan PT. Siloam International Hospitals Tbk yang membawahi Rumah Sakit, Laboratorium dan Klinik Siloam. Hal ini akan menjamin mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam memilih lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan tempat untuk melanjutkan karirnya.

Humaniora: Arti, Jurusan, Keterampilan, dan Prospek Karir

Humaniora – Jika berbicara mengenai jurusan yang memiliki prospek kerja yang bagus, maka jurusan humaniora merupakan salah satu program studi yang mungkin jarang terlintas di benak mahasiswa dan masyarakat. Hal ini sebenarnya cukup beralasan, apalagi dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang IT. Meski begitu, stigma yang menyebut studi humaniora dianggap tidak relevan sebenarnya tidak benar.

Menurut laman Bachelors Portal, tenaga kerja dari cabang ilmu tersebut nyatanya semakin dibutuhkan oleh banyak institusi profesi di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena alumni bidang studi tersebut dianggap memiliki kreativitas dan kemampuan kemanusiaan yang pada dasarnya sulit dimiliki oleh mahasiswa jurusan lain.

Tidak hanya itu, kemampuan komunikasi verbal, berpikir kritis, dan penilaian etis juga menjadi area dimana mahasiswa dari jurusan ini dianggap unggul oleh perusahaan. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kajian cabang humaniora? Pilihan dan keterampilan utama apa yang dapat Anda peroleh dari program ini?

Lalu, selain kebutuhan alumni yang semakin meningkat, mengapa cabang ilmu ini harus menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan universitas? Tenang, semua serba-serbinya sudah saya rangkum lengkap untuk Anda di bawah ini. Ayo, dengarkan!

Apa itu Humaniora?

Sebelum membahas pertimbangan dan jurusan yang ada di dalamnya, ada baiknya kita ulas terlebih dahulu pengertian dari cabang ilmu tersebut. Melansir laman Britannica, humaniora merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mengacu pada ilmu humaniora dan ilmu sosial dari sudut pandang kritis.

Bidang ini mencakup jurusan populer seperti sastra Inggris, sastra Perancis, sejarah, dan filsafat. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa jurusan dimasukkan dalam cabang studi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era modern, seperti ilmu perpustakaan dan arkeologi.

Baca juga: 5 Daftar Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa

Dalam disiplin ilmu ini, siswa akan menyelidiki makna dan sejarah umat manusia itu sendiri. Mereka akan menerapkan berbagai metode kritis yang dapat membantu masyarakat awam dan akademisi lainnya untuk memahami sastra, seni, sejarah, moralitas, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Setiap disiplin ilmu humaniora bergantung pada metode penafsiran yang unik. Sejarawan biasanya menggunakan metode sejarah, yang selanjutnya dapat dibagi menjadi beberapa cabang seperti sejarah budaya, sejarah kuantitatif, dan sejarah lisan.

Sedangkan penulis yang bekerja di bidang kajian bahasa Inggris akan menggunakan metode kritik tekstual untuk menafsirkan sumber. Mahasiswa filsafat bahkan akan menggunakan pendekatan analisis konseptual dan eksperimental.

Perbedaan antara Humaniora dan Ilmu Sosial

Karena keterkaitannya, ilmu humaniora seringkali disamakan dengan cabang ilmu sosial lainnya. Padahal kedua cabang ilmu tersebut tidak sama dan mempunyai fokus pembelajaran yang cukup berbeda. Menurut Best Colleges, humaniora dan ilmu-ilmu sosial adalah dua komponen yang membentuk seni liberal dan ilmu-ilmu kemanusiaan.

Meskipun kedua disiplin ilmu menyelidiki kemanusiaan dan masyarakat, masing-masing disiplin ilmu mengandalkan metode yang berbeda dan mengajukan jenis pertanyaan yang berbeda. Misalnya, Departemen Sastra dan Filsafat menganalisis secara kritis makna teks sastra dan etika.

Sedangkan jurusan sosiologi dan antropologi mempelajari masyarakat dengan pendekatan yang lebih kuantitatif. Berbeda dengan jurusan IPS, jurusan humaniora jarang menggunakan data matematika atau statistik dalam analisisnya. Di sisi lain, mahasiswa jurusan tersebut seringkali membuat argumen interpretatif dan teoritis tentang mata pelajaran yang dipelajari.

5 Daftar Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa

Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi – Pada dasarnya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa memiliki beberapa manfaat, seperti membantu siswa lebih mudah memahami pelajaran karena siswa tidak malu bertanya kepada guru tentang mata pelajaran yang belum dipahaminya dan membuat siswa lebih percaya diri. Selain itu, meningkatkan kemampuan komunikasi pada siswa juga berguna untuk memudahkan siswa berdiskusi dengan teman sebayanya.

Berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada siswa

Membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikasinya memang tidak semudah yang dibayangkan, namun tidak ada salahnya jika guru mulai melakukan cara-cara berikut untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa:

1. Mendengarkan aspirasi anak

Mendengarkan pendapat siswa mungkin terlihat sederhana, namun sayangnya masih ada sebagian atau bahkan banyak guru yang belum menerapkan hal tersebut. Padahal mendengarkan aspirasi siswa merupakan salah satu faktor penting yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak lho. Untuk mendengarkan aspirasi siswa, guru hanya perlu memposisikan diri sebagai sahabat dan sering mengajak anak bercerita tentang kehidupannya di sekolah. Membuat setiap siswa merasa nyaman, setelah itu tanpa disadari siswa akan dengan senang hati menyampaikan tujuan dan kesulitannya selama belajar.

Baca juga: Peluang Karir Lulusan Teknologi Informasi

2. Jadilah pendengar yang baik

Salah satu kesalahan yang terkadang dilakukan guru adalah mendengarkan untuk menjawab, bukan mendengarkan untuk memahami. Padahal, untuk dapat membangun komunikasi sekaligus meningkatkan komunikasi siswa, hal lain yang perlu guru latih dan lakukan secara rutin adalah menjadi pendengar yang baik dan memahami semua perkataan yang disampaikan siswa. Agar guru dapat memahami dengan baik segala sesuatu yang disampaikan lawan bicaranya, jangan lupa untuk fokus dan mendengarkan segala hal kecil yang disampaikan siswa.

Setelah guru dapat memahami dengan baik maksud dan tujuan yang ingin disampaikan siswa, maka guru dapat memberikan tanggapan atau saran dari kalimat yang diucapkan. Namun, jangan lupa untuk menyikapinya dengan cara terbaik. Jangan sampai guru menggunakan kata-kata yang dapat melukai perasaan anak.

3. Memberikan contoh kepada anak untuk selalu mempunyai postur berbicara yang baik

Meski terlihat sederhana, namun menunjukkan postur tubuh yang baik saat berbicara dan mendengarkan juga menjadi salah satu hal yang perlu ditiru guru untuk membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi. Caranya dengan duduk dalam posisi tegak dan berkonsentrasi pada lawan bicara. Sebab hal ini akan membuat anak merasa lebih dihargai. Juga berpesan kepada siswa untuk selalu berbicara dengan postur tubuh yang baik, ketika berbicara dengan guru dan rekan sejawat.

Menunjukkan postur tubuh yang baik tidak hanya perlu dilakukan saat guru berkomunikasi secara tatap muka, namun juga saat berbicara online melalui Zoom atau Google Hangout.

4. Rutin mengadakan diskusi kelompok

Tidak dapat dipungkiri memang, sering mengadakan diskusi kelompok merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Karena diskusi kelompok akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengemukakan pendapatnya, sehingga secara tidak langsung kemampuan komunikasi siswa juga akan meningkat.

Namun tetap membatasi jumlah siswa dalam diskusi kelompok maksimal lima orang. Karena jika lebih dari lima orang, maka pembahasannya tidak akan berjalan dengan baik. Selain memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya dalam diskusi kelompok.

5. Memberikan tugas kepada siswa yang mengharuskannya berbicara di depan kelas

Selain berguna untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, memberikan tugas kepada siswa yang mengharuskannya berbicara di depan kelas juga merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak lho. Karena hal ini secara tidak langsung dapat membuat siswa terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang dalam satu waktu.

Tugas yang diberikan oleh guru juga tidak perlu tugas yang sulit dan membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikannya. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang kembali materi pelajaran yang diajarkan guru juga cukup untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya.

Peluang Karir Lulusan Teknologi Informasi

Peluang Karir Lulusan Teknologi Informasi – Saat ini lulusan Teknologi Informasi banyak diminati oleh perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena semakin berkembangnya teknologi dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai kemampuan Informasi (TI) yang mumpuni.

Tentunya jika Anda memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, banyak sekali peluang yang bisa Anda coba untuk memulai karir di bidang teknologi informasi.

Perangkat Lunak Pengembang

Pengembang Perangkat Lunak akan mengimplementasikan solusi perangkat lunak dengan membangun program, aplikasi, dan situs web. Pekerjaan mereka akan berkaitan erat dengan penulisan dan pengujian kode.

Pengembang Perangkat Lunak juga perlu terlibat dengan rekan kerja untuk menilai dan menentukan solusi sistem yang diperlukan. Artinya, Anda tidak hanya memerlukan keterampilan teknis agar berhasil dalam pekerjaan ini, namun juga kemampuan bekerja dalam tim.

Selain itu, Software Developer juga harus memiliki kemampuan analisis yang baik, berpikir logis, dan memperhatikan detail.

Analis sistem

Seorang Analis Sistem bertugas memeriksa sistem TI, menganalisis perangkat lunak dan perangkat keras yang terkait dengan keseluruhan perusahaan, dan merencanakan persyaratan untuk sistem baru.

Baca juga: Pendidikan Karakter Mewujudkan Generasi yang Lebih Baik

Mereka juga dapat membantu menerapkan, melatih pengguna, dan mengevaluasi efektivitas sistem. Kunci sukses dalam pekerjaan ini adalah kemampuan menganalisis informasi, komunikasi yang baik, dan analisis yang baik.

Analis Dukungan TI

Singkatnya, Analis Dukungan TI akan memberikan pengaturan teknis, dukungan, dan saran kepada pengguna teknologi informasi melalui email, telepon, atau secara langsung.

Selain itu, mereka juga akan memberikan dukungan kepada organisasi tertentu sesuai permintaan untuk memperbaiki dan meningkatkan teknologi di rumah atau di kantor. Analis Dukungan TI harus memiliki pengetahuan teknologi yang luas, keterampilan pemecahan masalah, dan komunikasi yang baik.

Insinyur Jaringan

Secara umum tugas seorang Network Engineer adalah mengatur, mengelola, memelihara dan juga meningkatkan sistem komunikasi, jaringan area lokal serta jaringan area luas untuk suatu organisasi. Insinyur Jaringan juga bertanggung jawab atas keamanan, penyimpanan data, dan penerapan strategi jika terjadi masalah jaringan.

Jika Anda ingin menjadi ahli di bidang ini, Anda memerlukan sertifikasi teknis yang memungkinkan Anda berkembang dalam karir ini. Kemampuan untuk merencanakan, menganalisis, dan memecahkan masalah diperlukan untuk berhasil sebagai Network Engineer.

Konsultan TI

Tugas Konsultan TI termasuk menyediakan keahlian teknis dan menerapkan sistem TI untuk klien eksternal. Konsultan TI juga terlibat untuk merancang sistem, mengelola proyek, pengembangan kode, dan juga dukungan penjualan.

Anda yang tertarik bekerja di bidang ini perlu memiliki keterampilan tambahan selain kemampuan teknis. Mulai dari kemampuan komunikasi, melakukan presentasi, manajemen proyek, dan kolaborasi antar anggota tim. Itulah beberapa jenis pekerjaan yang bisa kamu kerjakan selama kuliah dan kuliah di jurusan Teknologi Informasi. Agar sukses di tempat kerja, penting untuk menerapkan keterampilan pendukung. Mulai dari kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan kerja sama tim, dan pemecahan masalah.

Pendidikan Karakter Mewujudkan Generasi yang Lebih Baik

Pendidikan Karakter – Pendidikan karakter sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia, selain untuk membendung nalar dan akhlak peserta didik atau generasi muda, hal ini juga bertujuan untuk mewujudkan generasi emas yang berkarakter sesuai dengan nilai pancasila dan nilai agama. Maraknya tawuran dan kejahatan yang dilakukan oleh remaja khususnya pelajar (SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi) telah membuat para orang tua, pendidik, masyarakat dan pemerintah resah dan cemas. Ironisnya, selain tawuran, ternyata banyak remaja yang asyik melakukan pergaulan bebas, mengonsumsi narkoba, bahkan meminum minuman beralkohol yang sudah menjadi makanan pokok sehari-hari.

Parahnya lagi, banyak anak perempuan usia sekolah (SMP, SMA, dan Universitas) yang menjadi pekerja seks komersial (PSK), bahkan pelecehan seksual terhadap siswa di bawah umur yang dilakukan oleh guru banyak diberitakan di media massa dan media elektronik serta prostitusi di berbagai negara. negara. . negara. . tempat di Indonesia. Indonesia. Mereka menjadi kepuasan laki-laki hidung belang, hanya karena ingin menghidupi diri sendiri, keluarga, dan melanjutkan studi. Siang hari mereka belajar seperti pelajar lainnya, malam hari mereka menjadi kupu-kupu, malam hari mereka menjual dan menjual tubuh dan harga diri mereka. Agama dan adat istiadat telah dijual untuk menunjang kehidupan dan sekolah.

Semakin maju dan berkembang teknologi komunikasi, bukannya meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup, malah menjadi lebih baik dan taat pada agama. Namun kenyataannya, moralitas remaja semakin terpuruk. Lalu siapa yang paling bertanggung jawab atas kemerosotan moral generasi muda? Apakah salah mereka atau orang-orang disekitarnya?

Baca juga: 8 Kumpulan Ide Kreatif untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Perpustakaan Sekolah

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa pada tahun 2010 hingga 2015, tawuran antar pelajar mengakibatkan 271 pelajar meninggal dunia. Hingga September 2018, disebutkan jumlah korban tawuran bertambah 14 orang, artinya meninggal dunia sebanyak 309 orang. Dari data tersebut harus ada sosok yang paling bertanggung jawab dalam pembentukan akhlak, budi pekerti dan akhlak generasi muda agar menjadi generasi muda yang baik dan bertakwa terhadap agama, tanah air dan bangsanya. Penulis menggarisbawahi 3 poin, yaitu:

1. Pendidikan informal yaitu keluarga.

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membesarkan, mendidik dan membimbing anak-anaknya. Dan yang paling berperan dalam membesarkan dan mendidik anak dalam sebuah keluarga adalah seorang ibu dan seorang ayah. Jadi, “ayah dan ibu adalah sekolah yang utama”. Oleh karena itu, sebagai sekolah utama dan pertama, seorang ayah dan ibu harus memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Merawat dan mendidik anaknya menjadi anak yang baik dan santun serta berakhlak mulia. Ayah dan ibu mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap anak-anaknya dalam bidang apapun, baik itu akhlak, keimanan, akhlak, jasmani dan sosial. Apabila seorang ayah dan ibu tidak dapat mendidik anaknya dengan baik, maka anak tersebut kelak akan menjadi anak yang durhaka kepada orang tuanya dan bejat serta mempunyai tingkah laku atau akhlak yang tidak baik bagi dirinya dan orang lain serta tidak memuliakan Tuhan. Namun jika seorang ayah dan ibu mendidik anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang, maka kelak anak tersebut akan menjadi anak yang berbakti dan berbudi luhur karena masa depan seorang anak bergantung pada sejauh mana orang tua mendidik dan membimbingnya.

2. Pendidikan Formal yaitu lembaga pendidikan atau sekolah.

Sekolah merupakan tempat di mana peserta didik dididik, diseduh menjadi manusia yang cerdas, sukses, ahli dan mapan dalam segala bidang ilmu, serta menjadi individu yang baik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat, serta bagi Tuhan. Peran guru merupakan kunci utama dan teladan pertama bagi siswa, perkataan dan perilaku guru benar-benar diperhatikan dan diperhatikan bahkan segera disadari oleh siswa. Jadi, guru tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran (transfer ilmu), tidak hanya memberikan pemahaman kepada peserta didik, tanpa melakukan penilaian baik terhadap materi pelajaran yang diajarkan maupun perilaku (moralitas). Guru sebagai teladan yang patut dikagumi dan diteladani harus memberikan dan menjadi teladan yang baik sesuai dengan nilai-nilai agama (transfer of value) bagi peserta didik, baik dari segi moral maupun non moral.

Guru adalah cermin bagi siswa. Oleh karena itu, guru harus menjadi cermin yang bersih, baik, dan berusaha tidak kotor dan ternoda debu. Jangan sampai guru melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai agama, sosial, dan etika. Suka melakukan hal-hal negatif dihadapan siswa, apalagi siswa yang menjadi objek utamanya. Penyebaran kasus asusila atau pencabulan yang dilakukan guru terhadap siswanya sendiri menjadi perbincangan hangat dan aktual di media elektronik maupun cetak. Pelayanan guru ternoda oleh segelintir guru yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan sekolah dijadikan ladang kemaksiatan untuk memenuhi nafsu bejat gurunya. Jad

8 Kumpulan Ide Kreatif untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Perpustakaan Sekolah

Kumpulan Ide Kreatif – Kumpulan program atau ide kreatif untuk meningkatkan minat membaca siswa di perpustakaan sekolah – Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan program peningkatan mutu pendidikan yang terbagi dalam beberapa episode. Mengubah ujian nasional menjadi Asesmen Nasional yang unsur penilaiannya adalah literasi, numerasi, dan survei lingkungan belajar. Oleh karena itu, perpustakaan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai pustakawan di perpustakaan sekolah, Anda harus mempunyai ide-ide kreatif agar siswa membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. Pustakawan dapat membuat program atau kegiatan yang mengundang siswa untuk datang ke perpustakaan.

Ide atau program kreatif yang dilaksanakan juga akan mempengaruhi penilaian akreditasi sekolah dan akreditasi perpustakaan sekolah, karena banyak kegiatan yang akan membawa nilai positif terhadap akreditasi.

Daftar ide kreatif yang dapat meningkatkan minat membaca siswa

Buatlah kompetisi membaca atau “reading challenge” dengan hadiah menarik.

Lomba membaca atau “reading Challenge” akan memacu siswa untuk lebih banyak membaca dan meningkatkan minat membaca.

Buat program “cuplikan buku” atau video promosi untuk buku-buku menarik.

“Trailer buku” atau video promosi sebuah buku yang menarik akan memberikan gambaran sekilas tentang isi buku dan meningkatkan minat membaca siswa.

Baca juga: Belajar Bersama dalam Jaringan“Literasi Digital dalam Pembelajaran”

Mengadakan program “book exchange” atau pertukaran buku antar pelajar.

“Book swap” atau pertukaran buku antar siswa akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh bahan bacaan baru dan memperluas wawasannya.

Mengundang penulis atau pembaca buku ternama untuk memberikan ceramah atau presentasi di perpustakaan.

Undangan kepada penulis atau pembaca buku terkenal akan memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa untuk membaca dan belajar lebih jauh tentang dunia literasi.

Mengadakan “book fair” atau pameran buku di sekolah.

“Book fair” atau pameran buku di sekolah akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan bacaan yang menarik dan memperluas wawasan mereka tentang dunia literasi.

Buatlah permainan atau kuis tentang buku-buku di perpustakaan.

Permainan atau kuis tentang buku di perpustakaan akan meningkatkan minat siswa dalam membaca dan mengenal lebih banyak buku.

Atur acara “bercerita” atau berbagi cerita di perpustakaan.

Bercerita atau sharing story akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa dan meningkatkan minat membaca.

Membuat “resensi buku” atau resensi buku hasil karya siswa dan mempublikasikannya di media sekolah.

“Resensi buku” atau resensi buku oleh siswa akan berbagi pengalaman dan meningkatkan minat siswa dalam membaca dan menulis.

Belajar Bersama dalam Jaringan“Literasi Digital dalam Pembelajaran”

Belajar Bersama dalam Jaringan – Belajar Bersama dalam Jaringan BPMP Provinsi DKI Jakarta Edisi September 2022 diselenggarakan dengan tema Literasi Digital dalam Pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Jumat kedua dan keempat setiap minggunya. Episode pertama pada Jumat 16 September 2022 menampilkan Dr. Martadi, Dosen UNESA Surabaya dengan judul “Pembelajaran Literasi Digital dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Mandiri”. Episode kedua membahas tentang “Berselancar dengan Literasi Digital dalam Pembelajaran” pada tanggal 30 September 2022 dengan narasumber Maulana Yusuf, M.Pd, Guru SDN Cipete Utara 15 Jakarta.

Kedua judul kebohongan online tersebut sangat menyita perhatian para peserta, karena tema yang dibicarakan adalah sesuatu yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat dalam dunia pendidikan yaitu maraknya penggunaan internet dan media digital terutama setelah online. . kelicikan. pandemi COVID-1, dan seiring dengan diluncurkannya kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Literasi Digital menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka menekankan pada penguatan literasi dan numerasi yang memerlukan pembelajaran efektif dan komprehensif pada semua mata pelajaran.

Martadi dalam paparannya menjelaskan 9 Komponen Pembelajaran Literasi Digital (Sumber: Steve Wheeler, Digital Literacies for Engagement in Emerging Online Cultures).

1. Jejaring Sosial

Keterampilan dalam memanfaatkan fitur-fitur pada aplikasi media sosial merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki pengguna. Misalnya, mereka yang bekerja di dunia akademis lebih banyak menggunakan media sosial berupa LinkedIn untuk mendukung hubungan mereka dengan para sarjana di seluruh dunia. Mereka yang bekerja di bidang pemasaran memanfaatkan fitur ‘Belanja’ di platform Instagram untuk mempromosikan produknya.

Baca juga: Memahami Pentingnya Literasi Keuangan

2. Transliterasi

Upayanya memanfaatkan berbagai platform untuk membuat konten, membagikannya, dan mengkomunikasikannya. Hal ini mengutamakan kemampuan berkomunikasi dengan berbagai media sosial, grup diskusi, atau layanan online lainnya.

3. Jaga Privasi

Privasi merupakan hal penting dalam literasi digital. Kita sebagai pengguna harus paham tentang cyber crime (kejahatan cyber yang melibatkan aktivitas ilegal menggunakan komputer, perangkat digital, atau jaringan). Contoh kejahatan siber yang sering terjadi adalah pencurian online melalui kartu kredit (carding), peretasan melalui email, hingga pencurian informasi pribadi (phishing).

4. Mengelola Identitas Digital

Bagaimana cara pengguna platform menggunakan identitasnya dengan tepat di berbagai media sosial yang kita miliki.

5. Membuat Konten

Keterampilan pengguna platform dalam membuat atau membuat konten, misalnya platform PowToon, blogspot, wordpress, dan lain-lain.

6. Atur dan Bagikan Konten

Bagaimana pengguna platform mengatur dan membagikan konten informasi agar lebih mudah disebarluaskan kepada masyarakat umum.

7. Menggunakan Kembali/Menggunakan Kembali Konten

Bagaimana cara pengguna platform ‘memproses’ konten yang ada agar dapat digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Memahami Pentingnya Literasi Keuangan

Pentingnya Literasi Keuangan – Literasi keuangan menjadi salah satu hal yang sering dibicarakan saat ini. Terutama bagi generasi muda. Pengetahuan mengenai literasi keuangan dinilai cukup berguna untuk dipelajari sejak dini.

Pasalnya, hal ini dinilai cukup membantu tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menabung dan berinvestasi, tetapi juga memberikan manfaat kepada Anda tentang cara mengelola dan menggunakan uang dengan bijak. Untuk memahami literasi keuangan lebih jauh, berikut penjelasannya.

Definisi Literasi Keuangan

Sesuai dengan namanya, literasi keuangan mengacu pada kemampuan atau keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangannya. Kemampuan mengelola uang dalam literasi keuangan meliputi penggunaan uang secara bijak, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk merencanakan kegiatan investasi dan menabung.

Pengetahuan mengenai literasi keuangan tidak hanya mengacu pada pengelolaan uang pribadi. Dengan memahami literasi keuangan, Anda juga bisa memahami lembaga perbankan yang kini menjadi salah satu lembaga penting dalam memfasilitasi transaksi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: 5 Tahapan Karir dan Cara Mengalahkannya!

Seperti diketahui, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, lembaga perbankan juga semakin menunjukkan percepatan perkembangan dunia digital. Selain itu, lembaga perbankan juga memiliki program dan produk yang memudahkan Anda dalam mewujudkan perencanaan keuangan dan gaya hidup, seperti investasi, kartu kredit, dan KTA.

Manfaat literasi keuangan

Merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik adalah salah satu manfaat yang dapat Anda rasakan dalam memahami literasi keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah merilis beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan ketika mempelajari literasi keuangan.

Sebagai bekal dan investasi

Seperti yang Anda ketahui, literasi keuangan adalah ilmu pengelolaan uang yang bijak. Sebagai ilmu tentunya ini menjadi bekal dan juga investasi untuk masa depan. Dengan memahami literasi keuangan dengan baik, Anda dapat menerapkan ilmu yang Anda miliki dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kemampuan Anda dalam mengelola uang akan semakin meningkat dan semakin bijak seiring berjalannya waktu.

Mendukung pertumbuhan keuangan

Manfaat lain yang bisa Anda peroleh dari pemahaman literasi keuangan adalah dukungan terhadap pertumbuhan keuangan. Dengan memiliki literasi keuangan yang cukup dan baik, Anda dapat dengan cermat memilih produk atau instrumen investasi yang tepat untuk perencanaan keuangan di masa depan. Pemilihan produk atau instrumen investasi yang cermat dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda.

Seiring bertambahnya pengalaman berinvestasi, Anda juga bisa mulai menggali potensi instrumen investasi lain untuk meningkatkan kesejahteraan finansial Anda. Namun perlu Anda pahami, setiap produk dan instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Risiko-risiko tersebut juga perlu Anda pelajari dan pahami dalam meningkatkan pengetahuan Anda mengenai literasi keuangan.

Kembangkan strategi keuangan yang tepat

Dengan memahami literasi keuangan, Anda juga mempunyai kemungkinan untuk menyusun strategi keuangan yang tepat. Seperti yang Anda ketahui, dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup sehari-hari, uang merupakan alat tukar utama yang perlu Anda miliki.

Oleh karena itu, literasi keuangan dapat membantu Anda menghindari gaya hidup boros dengan strategi yang tepat. Dengan menghindari gaya hidup boros, Anda akan lebih mudah mengelola keuangan berdasarkan kebutuhan untuk menjaga kestabilan kemampuan literasi keuangan Anda saat ini.

Bertanggung Jawab atas keuangan

Selain bisa menyusun strategi keuangan yang tepat, Anda juga bisa lebih bertanggung jawab dalam menggunakan uang jika memahami literasi keuangan dengan benar. Tanggung jawab dalam penggunaan uang tentunya berkaitan dengan pengelolaan uang yang bijak. Sebab, dengan mengetahui dasar-dasar literasi keuangan Anda sudah bisa menganalisis faktor-faktor penting dalam menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

5 Tahapan Karir dan Cara Mengalahkannya!

Tahapan Karir dan Cara Mengalahkannya – Apakah Anda nyaman dengan pekerjaan Anda saat ini? Meski Anda sudah sangat nyaman dengan pekerjaan yang Anda jalani saat ini, bukan berarti Anda bisa tertidur dan hanya berdiam diri di zona nyaman. Padahal, tahapan pengembangan karir harus bisa Anda lalui agar tidak stagnan dengan proses yang tidak mudah. Artikel ini akan membahas tahapan pengembangan karir berdasarkan usia dan memberikan tips untuk membantu Anda sukses di setiap tahapan tersebut.

Mengapa tahapan pengembangan karir itu penting?

Tahapan pengembangan karir adalah cara untuk mengkategorikan posisi Anda dalam kehidupan profesional Anda. Tahapan pengembangan karir penting karena dapat membantu Anda menemukan tujuan karir. Beberapa tahapan akan membuat Anda berambisi dan mendorong keinginan untuk terus tumbuh dan berkembang sehingga tidak merasa “diam di tempat”. Tahapan pengembangan karir akan membantu Anda mengevaluasi diri dan membantu Anda merencanakan masa depan yang ingin Anda capai.

Baca juga: Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Efektif dengan Pelatihan Keterampilan Komunikasi di Borobudur Training & Consulting

Tahap Eksplorasi (21-25 Tahun)

Eksplorasi merupakan tahap pengembangan karir sebelum mendapatkan pekerjaan tetap. Mereka yang berada pada tahap ini mungkin sedang menyelesaikan gelar sarjana atau pascasarjana. Tahap ini akan membantu Anda menemukan identitas dalam karier Anda. Mencoba terus mencari jenis pekerjaan yang tepat. Ketika Anda sudah menemukan pekerjaan yang menarik minat Anda, Anda akan berusaha untuk fokus pada pekerjaan tersebut.

Pada tahap pengembangan karier ini, latar belakang dan kepribadian Anda akan memengaruhi pilihan karier Anda. Jalur karier Anda mungkin juga dipengaruhi oleh komunikasi dengan orang tua, masukan dari guru, atau pendidikan. Cobalah untuk mencari pekerjaan sesuai dengan minat Anda. Anda juga bisa memulainya dengan mengembangkan keterampilan dasar dengan mengikuti kursus atau pelatihan untuk karir yang Anda inginkan.

Tahap Pendirian (Usia 25-35 Tahun)

Tahap pengembangan karir ini mencakup pencarian kerja awal Anda, melamar pekerjaan, dan menerima posisi jangka panjang pertama Anda. Pada tahap ini kemungkinan besar Anda akan berada pada posisi entry-level atau mid-level dengan tanggung jawab pekerjaan yang relatif sedikit. Tujuan utama Anda pada tahap pengembangan karier ini adalah mempelajari pekerjaan baru, mendapatkan penerimaan dari rekan kerja, dan mengembangkan atau meningkatkan keterampilan Anda. Selama ini Anda akan mengalami kesuksesan atau kemunduran dalam karir Anda.

Tahap Karir Menengah (Usia 35-45 Tahun)

Tahap pengembangan karir ini ditandai dengan stabilitas dan kemajuan karir atau transisi ke profesi baru. Banyak karyawan pada tahap ini mencapai tingkat produktivitas puncak dan mempertahankan keterampilan khusus mereka. Pada saat ini akan menunjukkan komitmen terhadap pekerjaan. Anda juga akan menerima tanggung jawab yang lebih besar serta imbalan dan pengakuan yang dihasilkan.

Anda mungkin mengharapkan kemajuan di tempat kerja, seperti promosi atau kenaikan gaji. Jika tidak, Anda mungkin memilih untuk menilai kembali peran Anda. Pada tahap pengembangan karier ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali tujuan, minat, dan keterampilan Anda. Seperti kebanyakan profesional dengan karir menengah, Anda mungkin menghadapi pilihan antara mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam pekerjaan Anda atau pindah ke posisi baru.

Tahap Karir Akhir (Usia 45-55 Tahun)

Pada tahap pengembangan karir ini Anda akan memilih untuk mengajar orang lain untuk menjadi penerus. Anda mungkin memiliki lebih sedikit peluang untuk maju, namun Anda mungkin menikmati tugas-tugas seperti membimbing karyawan yang lebih muda. Saat ini, Anda bisa mulai membayangkan seperti apa kehidupan Anda setelah pensiun atau mungkin Anda akan meluangkan sedikit waktu untuk bekerja dengan memilih melakukan aktivitas di luar pekerjaan.

Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Efektif dengan Pelatihan Keterampilan Komunikasi di Borobudur Training & Consulting

Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Efektif – Komunikasi merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berkomunikasi dengan orang lain. Dalam bekerja, kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah kunci kesuksesan. Komunikasi yang efektif membantu kita mencapai tujuan, membangun hubungan baik dengan orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, pelatihan Keterampilan Komunikasi di Borobudur Training & Consulting dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin meningkatkan keterampilan komunikasi efektif.

Apa itu Komunikasi Efektif?

Komunikasi yang efektif adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Komunikasi yang efektif juga memastikan bahwa pesan yang diterima oleh penerimanya tidak disalahpahami atau disalahpahami. Beberapa ciri komunikasi yang efektif antara lain: pesan yang jelas dan terstruktur, penggunaan bahasa yang tepat, ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang tepat, mendengarkan secara aktif, dan respons yang tepat.

Baca juga: Apa itu pendidikan inklusif dan apa perannya dalam membuka peluang dan membangun masa depan yang lebih baik?

Contoh Situasi Dimana Komunikasi Efektif Sangat Penting

Di tempat kerja: Baik Anda perlu memberikan presentasi, mengirim email, atau memberikan instruksi kepada rekan kerja, komunikasi yang efektif memastikan pesan Anda jelas dan mudah dipahami oleh penerima.

Dalam hubungan pribadi: Saat Anda berbicara dengan pasangan atau teman Anda, komunikasi yang efektif dapat membantu memperkuat hubungan Anda dengan mereka. Ini juga membantu Anda memahami perasaan mereka dengan lebih baik dan memecahkan masalah dengan lebih mudah.

Saat mencari pekerjaan: Saat Anda mewawancarai suatu pekerjaan, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa pewawancara memahami kualifikasi dan keterampilan Anda.

Mengapa Pelatihan Keterampilan Komunikasi Diperlukan

Pelatihan Keterampilan Komunikasi penting untuk pengembangan karir karena keterampilan komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan di tempat kerja. Kemampuan mengirim dan menerima pesan dengan baik sangat penting untuk membangun hubungan baik dengan rekan kerja dan klien. Dengan meningkatkan keterampilan komunikasi, Anda dapat meningkatkan kredibilitas, membangun kepercayaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Selain itu, pelatihan Keterampilan Komunikasi juga membantu Anda meningkatkan keterampilan presentasi, mengelola konflik, dan meningkatkan kemampuan mempengaruhi orang lain.

Apa itu pendidikan inklusif dan apa perannya dalam membuka peluang dan membangun masa depan yang lebih baik?

Apa itu pendidikan inklusif – Dalam upaya membangun masyarakat yang adil dan inklusif, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting. Pendidikan inklusif adalah sebuah pendekatan yang mengedepankan kesetaraan, penerimaan dan keberagaman. Dengan memberikan kesempatan bagi seluruh individu untuk belajar bersama, pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa berkebutuhan khusus, namun juga masyarakat secara keseluruhan. Artikel ini akan menjelaskan apa itu pendidikan inklusif dan menjelaskan manfaat yang dihasilkan dari penerapannya.

Apa itu pendidikan inklusif?

Pendidikan inklusif merupakan suatu pendekatan yang memungkinkan siswa berkebutuhan khusus atau berbagai latar belakang untuk belajar dalam lingkungan yang sama dengan siswa lainnya. Tujuan utama pendidikan inklusif adalah mencapai kesetaraan, menciptakan lingkungan yang bersahabat, dan menghilangkan hambatan belajar. Hal ini melibatkan pengembangan kurikulum inklusif, pendekatan pembelajaran yang berbeda dan dukungan dari guru dan staf sekolah. Manfaat pendidikan inklusif antara lain:

Baca juga: 5 Kegiatan Seni Yang Dapat Membantu Meningkatkan Kreativitas Siswa di Kelas

1. Kesempatan untuk Semua

Pendidikan inklusif memberikan kesempatan bagi semua individu untuk belajar tanpa diskriminasi. Hal ini menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa berkebutuhan khusus atau latar belakang beragam untuk mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Setiap anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

2. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Dalam lingkungan inklusif, siswa mempunyai kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang. Hal ini memungkinkan mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman. Hal ini membantu menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan inklusif di masa depan.

3. Mengurangi Stigma dan Diskriminasi

Dengan mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus ke dalam lingkungan pendidikan inklusif, pendidikan inklusif dapat membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap mereka. Hal ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung, di mana setiap individu diterima dan dihargai tanpa memandang perbedaan.

4. Meningkatkan Kualitas Pengajaran

Pendidikan inklusif juga memberikan manfaat bagi guru dan staf sekolah. Dalam menghadapi keberagaman siswa, guru dihadapkan pada tantangan baru yang memacu mereka untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan inklusif. Hal ini mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas pengajaran secara keseluruhan.

5. Persiapan Dunia Kerja

Di dunia yang semakin terglobalisasi, kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan orang-orang dari berbagai latar belakang menjadi semakin penting. Pendidikan inklusif membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan komunikasi, dan pemahaman tentang keberagaman, yang semuanya sangat berharga dalam lingkungan kerja yang inklusif.

Pendidikan inklusif adalah pendekatan yang memungkinkan semua individu belajar bersama dalam lingkungan yang inklusif dan menerima. Dengan memberikan kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus atau latar belakang yang beragam untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal, pendidikan inklusif tidak hanya menciptakan lingkungan yang adil dan ramah, namun juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat secara keseluruhan.

5 Kegiatan Seni Yang Dapat Membantu Meningkatkan Kreativitas Siswa di Kelas

Meningkatkan Kreativitas Siswa di Kelas – Selain mendidik siswa menjadi cerdas dan berkarakter, guru juga berperan dalam meningkatkan kreativitas siswa. Setiap orang mempunyai potensi untuk melakukan aktivitas kreatif, termasuk mahasiswa. Siswa yang baru masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan pembelajaran pasti mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Pada tahap ini guru diharapkan mampu merangsang siswa untuk melakukan hal-hal yang meningkatkan kreativitas siswa.

Pasalnya, tidak sedikit hasil kreativitas dan inovasi yang diciptakan mahasiswa Indonesia dan mendapat penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Guru mempunyai andil yang besar untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui proses pembelajaran.

Daftar Kegiatan Seni yang Dapat Membantu Meningkatkan Kreativitas

Banyak siswa yang beranggapan bahwa belajar seni itu sangat seru, menyenangkan, dan mengasyikkan. Maka tidak heran jika banyak siswa yang menyukai pembelajaran ini. Kegiatan ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Berikut 7 kegiatan seni yang dapat membantu meningkatkan kreativitas siswa, antara lain:

1. Memainkan Angklung

Pastinya kita semua pernah belajar angklung di sekolah bukan? Alat musik tradisional asal Jawa Barat ini wajib dimiliki oleh semua sekolah dan ada dalam pembelajaran seni mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Dalam kurikulum juga disebutkan bahwa alat musik angklung merupakan salah satu alat musik untuk pendidikan di sekolah.

Angklung merupakan alat musik tradisional yang bernada diatonis. Secara tampilan, angklung juga dapat dimainkan secara ansambel dengan alat musik lainnya.

Cara memainkan alat musik angklung juga lebih efisien untuk tujuan pendidikan. Angklung mudah dibawa dan dapat dimainkan secara berkelompok sehingga meningkatkan kerjasama antar siswa.

2. Lukisan

Banyak siswa yang mempunyai hobi, bakat, atau kegiatan untuk mengisi waktu luangnya yaitu melukis. Seni lukis mempunyai banyak manfaat yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa.

Lukisan dapat meningkatkan kreativitas siswa. Lukisan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan imajinasi dan kreativitas siswa. Melukis akan memberikan dampak positif bagi perkembangan otak kanan anak yang berkaitan dengan kreativitas.

Baca juga: 5 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi, Mana yang Paling Sulit?

Lukisan juga efektif meningkatkan daya konsentrasi siswa. Siswa akan mampu mengungkapkan pemikirannya terhadap benda yang ada di hadapannya yaitu lukisannya sendiri.

Selain meningkatkan konsentrasi, melukis juga akan menjadi sarana relaksasi bagi siswa. Saat melukis, siswa akan berkonsentrasi dan dapat membuat badan lebih nyaman. Efek melukis akan serupa dengan melakukan meditasi.

3. Bernyanyi

Hampir semua orang sepertinya suka menyanyi. Suasana hati siswa juga dapat ditingkatkan jika mereka bernyanyi. Kegiatan seni ini dapat meningkatkan kreativitas siswa selama berada di kelas. Manfaat baik dari bernyanyi juga banyak sekali.

Padahal, bernyanyi sebenarnya sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh anak-anak, khususnya pelajar. Siswa dapat diminta bernyanyi di depan kelas atau ditantang membuat lagu dengan kreativitasnya sendiri. Bernyanyi juga dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Selain itu, bernyanyi juga dapat melatih kemampuan berbahasa karena melalui lagu, siswa dapat mempelajari kosa kata baru dan cara pengucapannya jika lirik lagu menggunakan bahasa asing. Bernyanyi juga dapat menjadi sarana mengatur emosi karena alunan lagu dan lirik yang dinyanyikan akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan emosi siswa akan tersampaikan dengan lebih efektif.

4. Seni Teater

Seni teater adalah seni yang memvisualisasikan imajinasi dan menggambarkan suatu peristiwa, baik nyata maupun tidak nyata. Seni teater dapat berupa perpaduan antara musik dan gerak, bahkan seni rupa.

Dengan membuat naskah, cerita, dan merangkainya secara teatrikal akan meningkatkan kreativitas siswa. Mungkin tidak butuh cerita yang ribet dan berat, yang sederhana saja sudah cukup. Yang terpenting adalah bagaimana siswa menyusun cerita dan melaksanakannya dengan baik.

Seni teater juga sekaligus meningkatkan kerjasama antar siswa. Siswa akan membuat cerita dengan mengumpulkan ide, berlatih, dan menerapkannya dengan benar.

5. Seni Tari

Seni tari sangatlah luas dan sangat beragam. Seni tari di sini dapat berupa tari modern maupun tari daerah. Di Indonesia banyak sekali jenis tarian daerah yang menunjukkan keberagaman budaya Indonesia. Menari juga mempunyai banyak manfaat bagi siswa di sekolah dalam pelajaran seni.

Menari dapat meningkatkan kemampuan berpikir karena siswa diberikan ruang untuk melatih kemampuan berpikir. Tantangan yang diberikan untuk melakukan gerak tari yang sulit akan membuat siswa berusaha memikirkan bagaimana cara melakukannya.

Menari juga akan merangsang kreativitas karena siswa dituntut untuk mengekspresikan dirinya melalui ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Siswa juga akan belajar dari pengalaman saat menari.

5 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi, Mana yang Paling Sulit?

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan metode yang diterapkan hampir di seluruh sekolah di Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Hal ini harus dilakukan, guna melindungi siswa dari risiko penularan dan penyebaran virus corona.

Terkait hal tersebut, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, dalam prosesnya, siswa, guru, orang tua, sekolah, dan dinas pendidikan di daerah masing-masing menghadapi berbagai tantangan.

Hal ini terlihat dari data dan fakta lapangan yang dihimpun KPAI saat melakukan serangkaian pengawasan di 42 wilayah Indonesia. Dalam sesi webinar bertajuk ‘Mempelajari Kesuksesan di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?’ yang digelar Suara.com, Jumat (6/11/2020), Retno juga memaparkan berbagai temuan KPAI yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak untuk mencapai keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan PJJ di masa pandemi.

1. Kondisi psikologis

Pada PJJ tahap pertama, kata Retno, KPAI tidak melihat adanya perubahan yang signifikan, sebab para siswa sudah sempat melakukan pembelajaran tatap muka selama kurang lebih 9 bulan. Saat pandemi mulai, mereka mulai melakukan PJJ sekitar 2-3 bulan.

Namun tantangan muncul saat PJJ tahap kedua dimulai. Dimana anak-anak memulai tahun ajaran baru dimana segalanya berubah. Mulai dari kelas, teman, guru, mata pelajaran, bahkan sekolah baru bagi siswa yang baru lulus dari jenjang sebelumnya.

Baca juga: Realitas Virtual dalam Pendidikan

Belum lagi berbagai tuntutan yang terus menerus dilontarkan, mulai dari tugas, hingga sulitnya meminta bantuan orang lain, karena belum pernah berinteraksi satu sama lain sebelumnya. Hal ini kemudian membuat siswa merasa tertekan.

“Saat ini menurut data kami yang paling stres adalah siswa kelas 3, SMA, dan kelas 6. Karena mendapat tekanan dari keluarga, dan yang kedua, dalam posisi dituntut atau diancam ujian. Itu yang membuat anak-anak ini stres,” jelasnya.

2. Peran orang tua dan siswa

Di masa pandemi ini, kata Retno, tidak sedikit orang tua yang masih menetapkan target tertentu terhadap anaknya tanpa memahami kesulitan yang dihadapi anak itu sendiri.

Oleh karena itu, di masa pandemi ini, sebaiknya orang tua tidak memiliki target khusus untuk anaknya, seperti target orang dewasa. Kepentingan orang tua terhadap anaknya paling baik, karena ranking anak harus dilupakan, ujarnya lagi. .

Sebaliknya di masa pandemi seperti sekarang ini, yang terpenting adalah bagaimana membuat anak bahagia. Ketika anak senang, lanjut Retno, maka imunitasnya akan kuat, dan ketika imunitasnya kuat, ia bisa belajar apa saja.

3. Kesenjangan fasilitas pendukung

Meski kini era digital, namun menurut data KPAI, 50 persen anak di luar Pulau Jawa belum terlayani PJJ online. Jadi, mereka tidak bisa mengakses pelajaran online karena berbagai alasan.

“Banyak sekali anak-anak yang tidak punya gadget, tidak punya alatnya. Cuma gak ada nomornya, mau isi kuota gratisnya dimana? Sehingga pada akhirnya bantuan tidak kunjung datang. Selain itu, itu sulit. untuk mendapatkan sinyal di beberapa daerah,” jelasnya.

Jadi, tambah Retno, nampaknya masih terdapat disparitas digital antara anak dari keluarga miskin dan kaya. Faktanya, disparitas ini sudah ada sejak sebelum pandemi dan semakin parah saat pandemi, ujarnya.

4. Sosialisasi mengenai PJJ yang belum maksimal

Berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) patut diapresiasi. Namun menurut Retno, setelah KPAI melakukan kunjungan ke 42 wilayah di Indonesia, sosialisasi terkait PJJ belum dilakukan secara maksimal.

“Salah satunya adalah Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 yang sebenarnya sudah jelas menunjukkan apa itu PJJ dan seperti apa mekanisme kantor sekolah. Namun dari 42 daerah, mayoritas guru dan kepala sekolah tidak mengetahui peraturan tersebut,” jelasnya.

5. Kurikulum darurat belum diterapkan di sekolah

Lebih lanjut, Retno melihat di salah satu daerah di Cilegon, Banten, mereka telah menerapkan kurikulum darurat yakni kurikulum 2013 yang disederhanakan dan disesuaikan dengan pandemi.

Sayangnya, dari 42 wilayah yang dikunjungi KPAI, hanya 2 sekolah yang melaksanakannya karena sudah mendapat instruksi jelas dari Dinas Pendidikan dan 6 sekolah melaksanakannya tanpa instruksi.

Realitas Virtual dalam Pendidikan

Realitas Virtual – Teknologi Virtual Reality (VR) telah berkembang pesat selama bertahun-tahun, seiring dengan berkembangnya headset dan aplikasi VR. Makalah ini mengeksplorasi potensi untuk mengintegrasikan VR ke dalam sistem pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran.

Makalah ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penerapan VR ke dalam pendidikan dan menyarankan cara untuk mengatasi masalah ini. Makalah ini menunjukkan bahwa VR berpotensi memberikan dampak signifikan pada sistem pendidikan.

Perkenalan

Dalam masyarakat kita yang inovatif, terdapat juga kebutuhan untuk berinovasi dalam sistem pendidikan dan kurikulum kita. Penguncian akibat COVID-19 telah menyebabkan peralihan ke EdTech di seluruh dunia yang menggunakan alat online seperti Zoom dan Google Classroom untuk belajar. Hal ini juga mengungkapkan bahwa dengan inovasi global, metode pengajaran tradisional juga harus diinovasi.

Virtual Reality merupakan salah satu alat Teknologi Pendidikan yang saat ini sedang berkembang dan perlu dieksplorasi lebih lanjut dan digunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan kita. Teknologi Realitas Virtual mempunyai potensi untuk merevolusi sistem pendidikan kita dan meningkatkan hasil pembelajaran. Namun, masih ada beberapa keterbatasan dalam penggunaan penuh alat ini dalam pendidikan. Makalah ini mengeksplorasi beberapa di antaranya dan kemungkinan solusi terhadap tantangan-tantangan tersebut.

Baca juga: 3 Aplikasi Pembuat Kuis Edukasi untuk Pembelajaran

Secara keseluruhan, makalah penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang VR dalam pendidikan, menyoroti potensi dan tantangan teknologi ini. Dengan memahami peluang dan keterbatasan VR, pendidik dan pembuat kebijakan dapat membuat keputusan yang tepat tentang cara menerapkan teknologi ini secara efektif ke dalam kelas dan meningkatkan pembelajaran bagi siswa.

Hubungan Antara Pendidikan Dan Realitas Virtual

Meningkatkan Interaksi Kelas dan Retensi Siswa

Virtual Reality memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan interaktif dibandingkan dengan metode tradisional membaca buku teks. Misalnya, VR dapat digunakan untuk mensimulasikan peristiwa sejarah[1], memungkinkan siswa untuk mengalaminya dengan cara yang lebih menarik dan berkesan daripada membacanya di buku teks. VR juga dapat digunakan untuk mensimulasikan konsep ilmiah yang kompleks [2] , sehingga lebih mudah untuk dipahami dan divisualisasikan.

Aksesibilitas

Virtual Reality memiliki potensi untuk membuat pendidikan lebih mudah diakses dan inklusif [3]. Dengan menyediakan lingkungan belajar virtual, VR dapat memberikan kesempatan bagi siswa penyandang disabilitas atau mobilitas terbatas untuk merasakan berbagai kesempatan belajar. VR juga dapat digunakan untuk membawa siswa yang berada di daerah terpencil atau pedesaan ke dalam kelas, memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif dengan teman-temannya.

Mengajarkan Soft Skill dan Nilai

Virtual Reality juga dapat digunakan untuk mengajarkan soft skill dan nilai-nilai kepada anak-anak, seperti tanggung jawab, kerja keras, dan empati melalui lingkungan virtual yang memaparkan mereka pada pentingnya dan perlunya nilai-nilai tersebut.

Mempromosikan Kesadaran Sosial

Virtual Reality juga berpotensi meningkatkan kesadaran sosial terhadap isu-isu yang mempengaruhi dunia seperti perubahan iklim, keberlanjutan, dan banyak lagi. Misalnya, dengan memaparkan siswa pada lingkungan virtual di tempat yang terkena dampak buruk polusi, siswa belajar lebih banyak tentang kerugian dari beberapa kegiatan, sehingga menanamkan kesadaran sejak dini terhadap masalah sosial.

3 Aplikasi Pembuat Kuis Edukasi untuk Pembelajaran

Aplikasi Pembuat Kuis Edukasi – Dalam pembelajaran terdapat berbagai cara yang digunakan guru untuk melihat tolak ukur kemampuan siswa dalam belajar. Selain dilihat berdasarkan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), kemampuan mahasiswa dalam memahami materi juga dicapai dengan kuis tertentu. Pemberian kuis terhadap bahan ajar tertentu merupakan upaya brilian untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai poin-poin tertentu dalam bahan ajar. Selain itu, kuis juga dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan yang menyeluruh dan menyeluruh.

Ada berbagai cara bagi guru untuk mengerjakan kuis, mulai dari ‘tradisional’ hingga ‘modern’. Kalau dulu kuis tradisional menggunakan metode dikte, kini kuis mulai menggunakan metode digital. Pemanfaatan ‘digital’ merupakan hal yang tidak dapat dihindari karena sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Bapak/Ibu guru dituntut untuk lebih dekat dengan aplikasi pendukung dalam pembelajaran.

Di sisi lain, penguasaan dan pengetahuan mengenai kemajuan digitalisasi merupakan respon yang harus dimiliki oleh guru karena banyak perubahan dalam sistem pendidikan. Misalnya saja pandemi Covid-19 yang mengharuskan sekolah harus online, secara tidak langsung mengharuskan Anda mengubah strategi pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan penerapan dukungan pembelajaran menjadi urgensi baru bagi para guru.

Ada banyak aplikasi pembuatan kuis edukasi di internet yang bisa Anda gunakan. Berikut kami rangkum 5 aplikasinya! Dengarkan sampai akhir!

1. Kahoot!

Kahoot merupakan platform pembelajaran berbasis game yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan. Platform ini bersifat interaktif karena mengedepankan gaya belajar yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran yang dipelajari.

Baca juga: 5 Contoh Pembelajaran Berbasis Game yang Bisa Dicoba Guru

Secara sederhana ada dua langkah yang harus Anda lakukan dalam membuat kuis melalui Kahoot, yaitu membuat kuis dan bermain kuis bersama siswa. Pertama, untuk membuat kuis, Anda bisa masuk ke aplikasi Kahoot dan mendaftar terlebih dahulu. Ada berbagai macam fitur yang bisa Anda manfaatkan. Anda dapat dengan mudah membuat pertanyaan dan menentukan jawabannya dalam jangka waktu tertentu. Kedua, tahap bermain kuis diawali dengan pemberian PIN ruang kuis kepada siswa kemudian siswa mengerjakan kuis yang telah dibuat sebelumnya. Pada tahap akhir, Anda bisa melihat prestasi para peserta.

Oleh karena itu, Kahoot! ini dapat digunakan untuk meninjau pengetahuan siswa, sebagai penilaian formatif, atau sebagai istirahat dari kegiatan kelas reguler. Variasi kuis seperti ini merupakan cara ampuh mengatasi rasa bosan dalam belajar.

2. Kuis

Quizizz adalah platform pembelajaran interaktif yang memungkinkan guru dan siswa berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir dengan fitur-fitur yang disediakan oleh platform tersebut. Saat Anda masuk ke dalam aplikasi, Anda akan dibantu dengan berbagai template kuis yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, terdapat banyak fitur soal yang dapat dipilih seperti pilihan ganda, checkbox, pengisian kolom, polling, dan pertanyaan terbuka. Wah lengkap sekali ya bapak dan ibu!

Lebih kompleksnya lagi, Quizizz dapat menyediakan statistik dan data pekerjaan siswa sehingga dapat digunakan untuk evaluasi pembelajaran. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan platform ini untuk tugas sehari-hari Anda karena fitur yang tersedia memungkinkan Anda mengerjakan soal secara online dalam batas waktu tertentu. Hal ini tentu memudahkan guru dalam pembelajaran.

3. WordWall

WordWall merupakan aplikasi berbasis website yang digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti kuis, berpasangan, kata acak, dan anagram. Aplikasi WordWall berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya. Terdapat 18 template yang tersedia di WordWall yang dapat diakses secara gratis. Sangat rumit tuan/nyonya!

Selain dapat digunakan sebagai kuis, WordWall jauh lebih fleksibel digunakan sebagai pemecah kebekuan di dalam kelas. Komponen yang terdapat pada game ini juga sangat lengkap seperti mengganti menu background, menambahkan musik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, selain berguna untuk evaluasi pembelajaran, WordWall juga dapat menjadi media alternatif untuk mendekatkan diri dengan siswa. Kedekatan ini menciptakan suasana kelas yang harmonis.

5 Contoh Pembelajaran Berbasis Game yang Bisa Dicoba Guru

Pembelajaran Berbasis Game – Perkembangan teknologi yang pesat saat ini menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dengan tren pembelajaran yang kreatif dan modern saat ini. Hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar dapat selalu relevan dengan karakteristik peserta didik dan dapat efektif.

Generasi Z saat ini umumnya menyukai sesuatu yang kreatif, praktis dan menyenangkan dalam berbagai aktivitas, termasuk saat belajar. Contoh penerapannya adalah pembelajaran berbasis proyek, studi dan praktik lapangan, dan tentu saja pembelajaran berbasis permainan.

Berkenaan dengan Game Based Learning dapat diartikan sebagai suatu metode pembelajaran dengan menggunakan permainan (games) yang bertujuan untuk membantu memperlancar proses pembelajaran, membuat pembelajaran menjadi menarik, bahkan meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Hal ini sejalan dengan pendapat Maiga (2009:198) yang mengatakan bahwa bermain merupakan bagian penting dalam lingkungan belajar karena dapat meningkatkan pengalaman belajar yang berkesan, meningkatkan mood dan menjadikan pembelajaran efektif.

Ciri-ciri Pembelajaran Berbasis Game

1. Menarik dan mengasyikkan

GBL mampu membuat siswa memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih menarik dan menyenangkan. Dengan GBL siswa juga dapat mengetahui bentuk aplikatif suatu konsep dan materi.

Baca juga: 5 Cara Menjembatani Kesenjangan Gender di STEM

2. Berdasarkan Pengalaman

Siswa tidak harus diarahkan dan dilatih dalam memainkan permainan dan memahami isi permainan. Melalui GBL siswa akan memahami dirinya melalui proses trial and error, sehingga ketika gagal akan mencoba lagi dengan strategi dan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan/misi.

3. Ada Tantangan yang Dapat Disesuaikan

Ciri-ciri GBL umumnya memiliki tingkat tantangan yang berbeda-beda, mulai dari yang mudah hingga yang sulit. Umumnya game yang menggunakan level jenis video game.

Siswa dapat menyesuaikan tingkat dan tingkat kesulitan sesuai dengan pemahaman dan kemampuannya. Mulailah dengan mudah dan kemudian lanjutkan ke tingkat tantangan yang lebih tinggi ketika berhasil.

4. Interaktif dan Umpan Balik

GBL memungkinkan terjadinya proses interaksi interaktif antar sesama siswa maupun antar siswa dengan permainan. Misalnya strategi, keputusan dan tindakan yang dipilih dalam permainan akan menentukan proses dan hasil dari permainan itu sendiri.

Sedangkan pada metode umpan balik GBL siswa dapat melakukan refleksi dan menarik kesimpulan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam permainan. Dengan adanya umpan balik, siswa dapat mengetahui dampak dari tindakan yang dilakukan dan dapat belajar dari kesalahan/kegagalan.

5. Sosial & Kerja Sama

GBL diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi antar mahasiswa. Dengan kolaborasi yang intens diharapkan dapat melatih keterampilan sosial siswa.

5 Cara Menjembatani Kesenjangan Gender di STEM

Bagaimana Menjembatani Kesenjangan Gender di STEM – Minggu lalu, kita merayakan Hari Perempuan Internasional, dan bulan Maret adalah Bulan Sejarah Perempuan. Ada beberapa percakapan hebat yang terjadi tentang wanita luar biasa yang meruntuhkan penghalang dan membantu memberdayakan gadis dan wanita lain. Ini juga saat yang tepat untuk memikirkan cara melibatkan lebih banyak wanita di bidang yang didominasi pria, seperti STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Ada kesenjangan gender yang sangat besar di bidang ini, dan pekerjaan ini adalah beberapa karir dengan bayaran tertinggi yang tersedia saat ini—hanya memperlebar kesenjangan gaji antara pria dan wanita.

Penelitian mengungkapkan bahwa anak perempuan menganggap bidang tertentu, seperti ilmu komputer, teknik, dan fisika, sebagai bidang “maskulin”, yang membuat mereka enggan mengikuti mata pelajaran ini di sekolah menengah. Mereka tidak dapat melihat diri mereka dalam peran STEM, jadi mereka tidak mengejar karir dan minat tersebut selama masa dewasa. Meskipun wanita merupakan 50% dari populasi dan 47% tenaga kerja AS, wanita hanya memegang 24% pekerjaan di angkatan kerja STEM. Itu adalah celah besar yang tidak menunjukkan tanda-tanda penutupan.

Masalah terbesar? Semua persepsi ini dimulai sejak dini—saat para gadis masih membentuk kesan dan opini mereka tentang dunia. Meskipun kita mungkin tidak melihat bagaimana pesan halus tentang gender dan budaya kerja memengaruhi kepercayaan diri dan minat anak perempuan di bidang ini, hal itu dapat berdampak negatif besar dan menghalangi banyak anak perempuan untuk mengejar karier di bidang STEM.

Pendidikan: Mengubah Wajah STEM

Pendidik memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang luar biasa untuk membantu mengubah lanskap bidang STEM untuk generasi yang akan datang. Dengan melibatkan lebih banyak wanita dan tertarik pada STEM, bidang tersebut akan mulai terlihat lebih menarik dan dapat diakses oleh wanita lain—dan akan dianggap kurang maskulin. Mereka akan dapat melihat diri mereka dalam karir STEM, dan memiliki lebih banyak panutan untuk dicontoh.

Baca juga: Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Berikut adalah 5 cara Anda dapat membantu menjembatani kesenjangan tersebut—dengan menarik siswa perempuan ke bidang STEM yang didominasi laki-laki dan membantu mengubah persepsi profesi sebagai “maskulin†.

Asumsikan minat, dan Jadilah Inklusif

Baik anak laki-laki maupun perempuan menerapkan stereotip gender tentang matematika dan sains kepada anak-anak sejak usia dini, meskipun kebanyakan orang tidak menyadarinya. Peneliti Alicia Chang dan rekan-rekannya menemukan bahwa di taman kanak-kanak, anak laki-laki lebih mau belajar keterampilan matematika, dan lebih percaya diri melakukannya.

Melalui penelitian mereka, Chang menemukan bahwa ibu berbicara dengan anak laki-laki dua sampai tiga kali lebih sering tentang nilai dan angka numerik daripada anak perempuan. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya mempengaruhi anak-anak bahkan sebelum mereka masuk sekolah.

Pendidik harus berusaha menyeimbangkan hal ini dengan membangun lingkungan inklusif di kelas. Asumsikan bahwa siswa perempuan di kelas Anda tertarik dengan topik STEM, dan pastikan untuk menggunakan bahasa inklusif dengan semua siswa Anda. Jadikan aktivitas STEM menyenangkan, dan pastikan semua orang mendapat kesempatan untuk berpartisipasi. Dorong para gadis untuk memimpin!

Tawarkan Sumber Daya, Lokakarya, dan Acara Khusus

Bahkan jika Anda tidak memiliki anggaran ekstra yang besar, ada banyak sumber daya gratis di luar sana untuk membantu para gadis agar tertarik dengan STEM. Permainan dan aplikasi coding, tantangan teknik, dan robotika—sumber daya tersedia untuk segala usia, dan banyak dari aktivitas ini tidak memerlukan lebih dari beberapa materi sederhana.

Pertimbangkan untuk mengadakan lokakarya atau acara khusus seperti Hour of Code, acara sedunia yang biasanya diadakan selama Pekan Pendidikan Ilmu Komputer. Ada banyak organisasi berbeda yang fokus membantu mendorong anak perempuan di STEM, dan Anda mungkin bisa menyelenggarakan lokakarya, klub, dan acara lainnya khusus untuk anak perempuan. Acara ini penting karena memungkinkan anak perempuan untuk mengeksplorasi mata pelajaran ini dengan kepercayaan diri dan dorongan dari guru dan teman sebaya.

Membangun Bantuan Sebaya

Jika ada gadis yang lebih tua di sekolah Anda yang secara aktif mengejar bidang STEM, pertimbangkan untuk melakukan pendampingan sebaya dengan siswa yang lebih muda. Menurut Girls Who Code, 74% siswa SMA tertarik dengan STEM, tetapi hanya 0,4% yang memilih ilmu komputer sebagai jurusan kuliah. Salah satu alasannya berkaitan dengan betapa terisolasinya bidang ini bagi perempuan. Membangun dukungan teman sebaya sejak dini dapat membantu mengurangi perasaan keterasingan dan keterasingan

Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Pentingnya Literasi Digital – Pendidikan merupakan landasan bagi kemajuan masyarakat, dan di era digital yang semakin maju, literasi digital telah menjadi elemen integral dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang dalam menghadapi tantangan global. Literasi digital bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi berdampak pada kehidupan kita secara luas. Inilah mengapa pentingnya literasi digital dalam pendidikan menjadi semakin mendesak.

Akses ke Informasi dan Pengetahuan

Di era digital, informasi tersedia dalam jumlah besar dan cepat. Literasi digital memungkinkan guru dan siswa untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak. Dengan keterampilan tersebut, mereka dapat memilah informasi yang akurat, valid dan bermanfaat dari berbagai sumber, serta mencegah penyebaran informasi palsu.

Pemahaman Teknologi

Literasi digital membantu guru dan siswa memahami teknologi yang mereka gunakan setiap hari. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasar di balik teknologi tersebut. Ini membekali mereka dengan pengetahuan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan bahkan berkontribusi pada pengembangan teknologi baru.

Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi

Penggunaan platform digital telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi. Literasi digital melibatkan pemahaman etika komunikasi online, penggunaan media sosial, dan keterampilan kolaborasi dalam lingkungan digital. Siswa diajarkan bagaimana berinteraksi secara produktif dan bermakna di dunia digital, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern.

Baca juga: Metode Pembelajaran Inklusif dan Manfaatnya dalam Pendidikan

Edukasi Lebih Menarik dan Interaktif

Pendidikan berbasis teknologi dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Dengan literasi digital, guru dan siswa dapat mengakses sumber belajar online, berpartisipasi dalam forum diskusi, mengikuti kursus online, dan menggunakan alat pembelajaran kreatif seperti video, animasi, dan simulasi.

Persiapan Menyongsong Dunia Kerja Masa Depan

Dunia kerja terus berkembang, dan teknologi memainkan peran penting dalam berbagai industri. Literasi digital membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil di tempat kerja modern. Mereka dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, pemecahan masalah teknis, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan dalam lingkungan kerja yang berubah dengan cepat.

Kesadaran akan Etika dan Keamanan Digital

Literasi digital juga mencakup kesadaran akan etika dan keamanan digital. Guru dan siswa diajarkan bagaimana berperilaku penuh hormat dan bertanggung jawab di ruang digital, dan bagaimana melindungi diri mereka dari risiko keamanan dan privasi.

Penguatan Literasi Digital bagi Guru

Di era digital yang semakin berkembang, literasi digital telah menjadi keterampilan penting yang harus dikuasai oleh para guru. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan tradisional menjadi lebih dinamis dan interaktif melalui pemanfaatan platform digital. Guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, penguatan literasi digital bagi guru menjadi prioritas utama.

Pelatihan Guru dalam Penguatan Literasi Digital

Pelatihan guru merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa pendidik memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi digital secara efektif di kelas. Pelatihan guru tentang penggunaan platform digital dapat membantu mereka mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa melalui media yang relevan. Selain itu, pelatihan ini juga akan meningkatkan efisiensi dalam administrasi dan pengelolaan pembelajaran.

Sertifikasi Guru Literasi Digital

Sertifikasi guru dalam literasi digital dapat memberikan pengakuan formal atas kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Program sertifikasi ini dapat mencakup penilaian terhadap kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, merancang materi pembelajaran berbasis digital, dan memfasilitasi interaksi siswa secara online. Sertifikasi semacam ini akan mendorong guru untuk terus meningkatkan kemampuan literasi digitalnya.

Pelatihan In-House

In-house training merupakan jenis pelatihan yang diadakan di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Hal ini memungkinkan guru untuk belajar secara kolaboratif dan berbagi pengalaman tentang penggunaan platform digital secara efektif. Pelatihan ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sekolah dan memastikan bahwa guru memiliki pengetahuan tentang penerapan teknologi yang relevan dengan lingkungan belajar mereka.

Metode Pembelajaran Inklusif dan Manfaatnya dalam Pendidikan

Mengenali Efektifitas Metode Pembelajaran Inklusif – Banyak dari kita sebagai seseorang yang pernah bersekolah baik swasta maupun negeri memiliki kendala tersendiri dalam proses pemahaman mata pelajaran yang diajarkan oleh guru-guru kita di sekolah. Seperti keluhan, materi pelajaran yang berbelit-belit, guru yang terlalu tegas bahkan terkesan galak yang biasa disebut guru “killer”, atau metode pengajaran yang sangat membosankan sehingga kita sering tertidur saat pelajaran di kelas yang mengakibatkan kurangnya penyerapan ilmu. . . dari subjek ini.

Metode pembelajaran yang terkesan membosankan memang memberikan dampak yang cukup besar terhadap respon siswa yang sedang belajar, sehingga siswa kurang maksimal dalam memahami materi yang diberikan. Metode hafalan yang terlalu kuno misalnya kurang efektif bagi siswa zaman sekarang karena hafalan mudah terlupa jika kita tidak memahami materi yang diajarkan dengan baik.

Oleh karena itu, dunia pendidikan di Indonesia khususnya harus sangat berhati-hati untuk mengevaluasi kembali metode pengajaran yang lebih mudah dipahami siswa agar terjadi harmonisasi antara guru yang mengajar dan siswa yang diajar. Jika kita mengeluhkan sistem pendidikan yang bobrok tanpa diberi jalan keluar, seperti mengevaluasi metode pengajaran dalam pendidikan, maka hasilnya sama saja. Jangan berubah.

Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, muncullah metode pengajaran baru yang disebut dengan metode “inklusi”. Namun apa yang dimaksud dengan metode “inklusi”? dan bagaimana penerapannya dalam pendidikan? Mari simak penjelasan berikut ini.

Definisi Inklusi

Secara umum, kata penyertaan berasal dari kata “penyertaan” yang berarti mengajak atau menyertakan. Melihat dalam arti berarti menempatkan diri pada sudut pandang orang/kelompok lain untuk melihat apa yang ada disekitarnya, melihat alam semesta, singkatnya mencoba menggunakan sudut pandang orang atau kelompok lain untuk memahami suatu permasalahan. Kita hidup dalam masyarakat inklusif dan semua orang beradaptasi.

Selain itu, inklusi merupakan upaya untuk menyesuaikan diri dengan sudut pandang orang lain dalam melihat atau memahami suatu permasalahan. Inklusi juga bisa berarti mengajak atau menyertakan. Artinya, perilaku tersebut diperlukan dalam hubungan sosial.

Sejarah Metode Pendidikan Inklusif

Kelahiran pendidikan inklusif terjadi di negara-negara Skandinavia, yaitu Denmark, Swedia, dan Norwegia. Sekitar waktu ini, pada tahun 1960an, Presiden Amerika Serikat, J.F. Kennedy mengirimkan pakar pendidikan khusus ke Skandinavia untuk mempelajari lingkungan dan integrasi yang paling tidak membatasi yang telah terbukti dapat diterapkan di Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 1991, Inggris mulai memperkenalkan konsep pendidikan inklusi yang awalnya terpisah dari terintegrasi. Segregasi adalah pemisahan paksa antara kelompok ras atau etnis. Kebutuhan akan pendidikan inklusif di seluruh dunia semakin nyata sejak diadakannya konferensi dunia tentang hak-hak anak pada tahun 1989. Bahkan pada tahun 1991, di Bangkok, Thailand, kampanye “Education for All” berhasil diluncurkan. Konferensi dan kampanye ini mengikat seluruh anggotanya agar anak-anak tanpa terkecuali (termasuk anak berkebutuhan khusus) dapat memperoleh layanan pendidikan secara utuh dan tanpa diskriminasi.

Metode Pembelajaran Inklusif

Metode pembelajaran yang digunakan di sekolah inklusi umumnya sangat bervariasi dan kolaboratif. Artinya setiap langkah disesuaikan dengan kepribadian dan bakat masing-masing anak. Sementara di pendidikan umum, anak dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran, sedangkan sekolah inklusi lebih fokus pada bakat terpendam anak. Dengan demikian, ada banyak jenis kegiatan yang dilakukan di sekolah inklusi.

Selain itu, sebagai orang tua juga harus mengetahui aspek-aspek penting sekolah dan cara kerja di sekolah inklusi. Aspek-aspek tersebut meliputi:

Kurikulum: Pelaksanaan kurikulum inklusi meliputi perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, dan modifikasi PPI.

Pendidik: harus memahami cara menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), termasuk keterampilan teknis dan kerjasama.

Manajemen: mengutamakan prinsip kebiasaan berdasarkan fakta, menghargai orang lain, perbaikan terus-menerus, dan melaksanakan tugas sesuai pembagian kerja.

Pendanaan : Hal lain yang cukup vital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar dapat berjalan dengan baik.

Sarana dan prasarana: meliputi sarana dan prasarana yang memadai bagi anak normal dan anak berkebutuhan khusus.

Lingkungan: Diperlukan sosialisasi untuk membawa konsep sekolah ke masyarakat.